BERITA

Jakarta
07  • 12
2017

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962


Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk nama baik negara ini, tak lepas dari pembangunan infrastruktur Asian Games yang mengundang decak kagum. Dalam pembangunan infrastruktur Asian Games saat itu, Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun beberapa area untuk memenuhi kelayakan acara ini. Pembangunan infrastruktur Asian Games besar-besaran meliputi Stadion Utama sebagai pencanangan pembangunan kompleks Asian Games ke-4. Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah mandat dari terpilihnya Indonesia dalam sidang Asian Games Federation (AGF) yang berlangsung di Tokyo pada tanggal 28 Mei 1958. Kawasan Gelora Bung Karno berdiri di beberapa bekas kampung yaitu kampung Senayan, Petunduan, Kebun Kelapa dan Bendungan Hilir.

Selain Stadion Utama, pembangunan infrastruktur Asian Games dilanjutkan dengan proyek Stadion Renang berkapasitas 8.000 penonton, Stadion Tenis berkapasitas 5.200 penonton, Stadion Madya (sebelumnya disebut Small Training Football Field stau STTF) berkapasitas 20.000 penonton yang berdiri di area seluas 1.75 hektar dengan sumbu panjang 176.1 meter, sumbu pendek 124.2 meter dan dilengkapi dengan 2 tribun, semuanya selesai dibangun dalam waktu satu tahun.

Waktu pembangunan infrastruktur Asian Games yang cukup singkat ini menuai banyak pujian. Bahkan utusan Jepang dalam persiapan Asian Games 1962 turut bangga akan kerja keras yang ditorehkan bangsa Indonesia. “Ini bangsa yang hebat, bisa menyiapkan seluruh sarana dalam hitungan bulan, dengan membangun stadion raksasa sekaligus pemindahan penduduk tanpa ribut-ribut. Kepemimpinan presidennya luar biasa!”

Sejarah di Balik Lahirnya TVRI hingga Patung Selamat Datang

Tahukah kamu kalau TVRI dan Patung Selamat datang dibangun karena Asian Games 1962? Ya, Presiden Soekarno kala itu juga membangun Stasiun Televisi yang kemudian dikenal sebagai Kantor Pusat Televisi Republik Indonesia, serta kawasan perkampungan internasional dengan ruang publik dan gedung pertemuan yang mampu menampung 3.000 atlet dari berbagai negara di Asia.

Sedangkan untuk menampilkan karya seni terbaik yang pernah dilahirkan anak negeri, Patung Selamat Datang dibangun sebagai gerbang kompleks olahraga yang sangat mewah pada masanya. Patung tersebut menggambarkan dua orang pemuda dan pemudi yang membawa bunga sebagai penyambutan tamu Asian Games pertama di Indonesia. Di kemudian hari, rencana Soekarno kian melebar. Insinyur Teknik Sipil Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung) tersebut mengelaborasi pembangunan infrastruktur ke beberapa daerah, termasuk memperluas Bandara Kemayoran, yang menjadi pintu masuk kontingen Asia di Jakarta.

Tahun 2018, Kesempatan Kedua Indonesia Menyukseskan Asian Games

Tahun depan, Indonesia mendapat giliran lagi untuk menjadi tuan rumah Asian Games. Indonesia berhasil terpilih berdasarkan hasil survei tim OCA (Olympic Council of Asia) yang menyatakan bahwa infrastruktur Jakarta sangat mendukung untuk penyelenggaraan Asian Games 2018. Selain sarana dan prasarananya, aspek lainnya adalah akomodasi dan transportasi yang lengkap.

Kesempatan emas ini tentu tak boleh disia-siakan begitu saja. Dalam mempersiapkan diri menghadapi perhelatan olahraga terbesar di Asia ini, Indonesia telah melakukan pembangunan infrastruktur Asian Games yang tak kalah hebatnya dari puluhan tahun silam di Jakarta dan Palembang.

Semakin tak sabar menyaksikan kebolehan Indonesia di Asian Games 2018? Tunggu tanggal mainnya tahun depan!

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962


Jakarta
28  • 08  • 2018

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk nama baik negara ini, tak lepas dari pembangunan infrastruktur Asian Games yang mengundang decak kagum. Dalam pembangunan infrastruktur Asian Games saat itu, Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun beberapa area untuk memenuhi kelayakan acara ini. Pembangunan infrastruktur Asian Games besar-besaran meliputi Stadion Utama sebagai pencanangan pembangunan kompleks Asian Games ke-4. Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah mandat dari terpilihnya Indonesia dalam sidang Asian Games Federation (AGF) yang berlangsung di Tokyo pada tanggal 28 Mei 1958. Kawasan Gelora Bung Karno berdiri di beberapa bekas kampung yaitu kampung Senayan, Petunduan, Kebun Kelapa dan Bendungan Hilir.

Selain Stadion Utama, pembangunan infrastruktur Asian Games dilanjutkan dengan proyek Stadion Renang berkapasitas 8.000 penonton, Stadion Tenis berkapasitas 5.200 penonton, Stadion Madya (sebelumnya disebut Small Training Football Field stau STTF) berkapasitas 20.000 penonton yang berdiri di area seluas 1.75 hektar dengan sumbu panjang 176.1 meter, sumbu pendek 124.2 meter dan dilengkapi dengan 2 tribun, semuanya selesai dibangun dalam waktu satu tahun.

Waktu pembangunan infrastruktur Asian Games yang cukup singkat ini menuai banyak pujian. Bahkan utusan Jepang dalam persiapan Asian Games 1962 turut bangga akan kerja keras yang ditorehkan bangsa Indonesia. “Ini bangsa yang hebat, bisa menyiapkan seluruh sarana dalam hitungan bulan, dengan membangun stadion raksasa sekaligus pemindahan penduduk tanpa ribut-ribut. Kepemimpinan presidennya luar biasa!”

Sejarah di Balik Lahirnya TVRI hingga Patung Selamat Datang

Tahukah kamu kalau TVRI dan Patung Selamat datang dibangun karena Asian Games 1962? Ya, Presiden Soekarno kala itu juga membangun Stasiun Televisi yang kemudian dikenal sebagai Kantor Pusat Televisi Republik Indonesia, serta kawasan perkampungan internasional dengan ruang publik dan gedung pertemuan yang mampu menampung 3.000 atlet dari berbagai negara di Asia.

Sedangkan untuk menampilkan karya seni terbaik yang pernah dilahirkan anak negeri, Patung Selamat Datang dibangun sebagai gerbang kompleks olahraga yang sangat mewah pada masanya. Patung tersebut menggambarkan dua orang pemuda dan pemudi yang membawa bunga sebagai penyambutan tamu Asian Games pertama di Indonesia. Di kemudian hari, rencana Soekarno kian melebar. Insinyur Teknik Sipil Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung) tersebut mengelaborasi pembangunan infrastruktur ke beberapa daerah, termasuk memperluas Bandara Kemayoran, yang menjadi pintu masuk kontingen Asia di Jakarta.

Tahun 2018, Kesempatan Kedua Indonesia Menyukseskan Asian Games

Tahun depan, Indonesia mendapat giliran lagi untuk menjadi tuan rumah Asian Games. Indonesia berhasil terpilih berdasarkan hasil survei tim OCA (Olympic Council of Asia) yang menyatakan bahwa infrastruktur Jakarta sangat mendukung untuk penyelenggaraan Asian Games 2018. Selain sarana dan prasarananya, aspek lainnya adalah akomodasi dan transportasi yang lengkap.

Kesempatan emas ini tentu tak boleh disia-siakan begitu saja. Dalam mempersiapkan diri menghadapi perhelatan olahraga terbesar di Asia ini, Indonesia telah melakukan pembangunan infrastruktur Asian Games yang tak kalah hebatnya dari puluhan tahun silam di Jakarta dan Palembang.

Semakin tak sabar menyaksikan kebolehan Indonesia di Asian Games 2018? Tunggu tanggal mainnya tahun depan!

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…