BERITA

Jakarta
08  • 12
2017

Keliling Dunia dalam 4 Base dengan Bisbol


Walaupun menimbulkan perdebatan dan kontroversi, bisbol dipercaya berasal dari permainan bernama “rounders” di Inggris dan menjadi populer di Amerika Serikat di awal tahun 1990. Permainan ini sempat disebut dengan berbagai nama, termasuk “town ball”, “goal ball”, “round ball”, dan juga “base”.

Dalam paling tidak satu variasi permainan ini, setiap tim melempar bola ke anggota tim, lalu pemain berlari dari base satu ke base lain (berlawanan arah dari bisbol masa kini), dan pemain dapat dikeluarkan kalau terkena bola. Sekarang, di beberapa variasi, pemain yang memukul bola dapat dikeluarkan setelah 3 strike.

Asal
Beberapa permainan rakyat di Inggris dan benua Eropa masa lampau memiliki karakteristik yang bisa ditemukan di bisbol modern (juga di kriket dan rounders). Banyak cikal bakal permainan ini yang melibatkan bola dilempar ke sebuah target dan pemain lawan mempertahankan target tersebut dengan cara memukul bola jauh-jauh. Jika pemukul berhasil mengenai bola, dia bisa mencoba mencetak angka dengan berlari mengelilingi base sementara fielder mencoba menangkap bola dan mengeluarkan runner dengan berbagai cara.

Permainan rakyat yang berubah seiring waktu, di tempat berbeda, dan terpengaruh budaya menghasilkan bentuk yang mirip namun bervariasi. Permainan ini tidak punya aturan standar yang terdokumentasi dengan jelas, namun terus dimainkan sesuai tata cara yang turun-temurun.

Modern Gameplay
Bisbol adalah permainan antar 2 tim beranggotakan 9 atau 10 orang (jika hitter diperbolehkan menggantikan giliran pitcher saat memukul). Lapangan permainan dibagi menjadi infield dan outfield. Di dalam infield terdapat area bujur sangkar yang disebut diamond, yang memiliki 4 base putih; 1 di tiap sudut. Base ini masing-masing berjarak 27,4 m.

Kedua tim bergantian menjadi sisi fielder (bertahan) dan batter (menyerang). 9 pemain fielder menempati posisi yang ditentukan di lapangan permainan; 1 fielder, sebagai pitcher, berdiri di gundukan di tengah diamond menghadap ke base yang ditetapkan sebagai home, dimana seorang batter memegang tongkat pemukul menunggunya untuk melempar bola keras yang terbungkus kulit.

Tujuan batter adalah memukul bola keluar dari jangkauan fielder dan pada akhirnya (dengan bantuan pukulan tepat berurutan dari batter lain) lari dari base ke base berlawanan arah jaruh jam untuk mengelilingi diamond, ini yang disebut run. Jika seorang batter gagal bergerak dengan benar paling tidak ke base pertama, dia dihitung out; dan setelah 3 out, tim bertukar posisi. Jika kedua tim telah bergantian memukul, maka telah menyelesaikan 1 inning. Setelah 9 inning, tim dengan jumlah run paling banyak memenangkan pertandingan. Jika nilainya imbang, maka akan dimainkan inning tambahan.

Obsesi Amerika dan Popularitas Internasional

Terlepas dari penyebaran permainan ini ke seluruh dunia dan semakin berkembangnya liga Asia dan Amerika Latin, bisbol adalah olahraga yang diakui sebagai “hobi nasional”. Hingga saat ini, permainan ini sudah melebur menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan identitas Amerika.

Bisbol juga memberikan pengaruh besar di budaya pop, baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia. Topi bisbol, misalnya, sudah menjadi fashion item tersendiri, tidak hanya di Amerika dan Jepang, tapi di negara-negara lain yang bahkan tidak terlalu menggemari bisbol. Namun, fashion dan gaya baju bisbol tetap bisa menyatu dengan budaya mereka.

Dengan ketenarannya, bisbol menjadi salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018. Bisakah Korea Selatan mempertahankan gelar juara 2014? Saksikan langsung di Jakarta dan Palembang, mulai 18 Agustus 2018.

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

Keliling Dunia dalam 4 Base dengan Bisbol


Jakarta
28  • 08  • 2018

Walaupun menimbulkan perdebatan dan kontroversi, bisbol dipercaya berasal dari permainan bernama “rounders” di Inggris dan menjadi populer di Amerika Serikat di awal tahun 1990. Permainan ini sempat disebut dengan berbagai nama, termasuk “town ball”, “goal ball”, “round ball”, dan juga “base”.

Dalam paling tidak satu variasi permainan ini, setiap tim melempar bola ke anggota tim, lalu pemain berlari dari base satu ke base lain (berlawanan arah dari bisbol masa kini), dan pemain dapat dikeluarkan kalau terkena bola. Sekarang, di beberapa variasi, pemain yang memukul bola dapat dikeluarkan setelah 3 strike.

Asal
Beberapa permainan rakyat di Inggris dan benua Eropa masa lampau memiliki karakteristik yang bisa ditemukan di bisbol modern (juga di kriket dan rounders). Banyak cikal bakal permainan ini yang melibatkan bola dilempar ke sebuah target dan pemain lawan mempertahankan target tersebut dengan cara memukul bola jauh-jauh. Jika pemukul berhasil mengenai bola, dia bisa mencoba mencetak angka dengan berlari mengelilingi base sementara fielder mencoba menangkap bola dan mengeluarkan runner dengan berbagai cara.

Permainan rakyat yang berubah seiring waktu, di tempat berbeda, dan terpengaruh budaya menghasilkan bentuk yang mirip namun bervariasi. Permainan ini tidak punya aturan standar yang terdokumentasi dengan jelas, namun terus dimainkan sesuai tata cara yang turun-temurun.

Modern Gameplay
Bisbol adalah permainan antar 2 tim beranggotakan 9 atau 10 orang (jika hitter diperbolehkan menggantikan giliran pitcher saat memukul). Lapangan permainan dibagi menjadi infield dan outfield. Di dalam infield terdapat area bujur sangkar yang disebut diamond, yang memiliki 4 base putih; 1 di tiap sudut. Base ini masing-masing berjarak 27,4 m.

Kedua tim bergantian menjadi sisi fielder (bertahan) dan batter (menyerang). 9 pemain fielder menempati posisi yang ditentukan di lapangan permainan; 1 fielder, sebagai pitcher, berdiri di gundukan di tengah diamond menghadap ke base yang ditetapkan sebagai home, dimana seorang batter memegang tongkat pemukul menunggunya untuk melempar bola keras yang terbungkus kulit.

Tujuan batter adalah memukul bola keluar dari jangkauan fielder dan pada akhirnya (dengan bantuan pukulan tepat berurutan dari batter lain) lari dari base ke base berlawanan arah jaruh jam untuk mengelilingi diamond, ini yang disebut run. Jika seorang batter gagal bergerak dengan benar paling tidak ke base pertama, dia dihitung out; dan setelah 3 out, tim bertukar posisi. Jika kedua tim telah bergantian memukul, maka telah menyelesaikan 1 inning. Setelah 9 inning, tim dengan jumlah run paling banyak memenangkan pertandingan. Jika nilainya imbang, maka akan dimainkan inning tambahan.

Obsesi Amerika dan Popularitas Internasional

Terlepas dari penyebaran permainan ini ke seluruh dunia dan semakin berkembangnya liga Asia dan Amerika Latin, bisbol adalah olahraga yang diakui sebagai “hobi nasional”. Hingga saat ini, permainan ini sudah melebur menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan identitas Amerika.

Bisbol juga memberikan pengaruh besar di budaya pop, baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia. Topi bisbol, misalnya, sudah menjadi fashion item tersendiri, tidak hanya di Amerika dan Jepang, tapi di negara-negara lain yang bahkan tidak terlalu menggemari bisbol. Namun, fashion dan gaya baju bisbol tetap bisa menyatu dengan budaya mereka.

Dengan ketenarannya, bisbol menjadi salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018. Bisakah Korea Selatan mempertahankan gelar juara 2014? Saksikan langsung di Jakarta dan Palembang, mulai 18 Agustus 2018.

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…