BERITA

Jakarta
08  • 12
2017

Menaklukkan Alam dengan Golf


Berlomba memasukkan bola ke rangkaian lubang di sebuah lapangan, menggunakan stik berbeda, dan jumlah ayunan sesedikit mungkin, olahraga golf memiliki sejarah panjang sebelum bertransformasi menjadi permainan modern masa kini.

Permainan golf yang kita kenal sekarang mungkin berawal dari orang Skotlandia, walaupun ditemukan berbagai permainan dengan bola dan stik lainnya dalam catatan sejarah. Seperti pada era 100 Sebelum Masehi, terdapat permainan Romawi bernama Paganica, di mana pesertanya menggunakan tongkat bengkok untuk memukul bola berisi bulu unggas yang diyakini sebagai pendahulu permainan golf.

Asal Mula
Pada manuskrip Middle Dutch tahun 1261 yang ditulis penyair Flemish Jacob van Maerlant's Boeck Merlijn menyebutkan bahwa permainan bola "mit ener coluen" (menggunakan sebuah colf/kolf [stik]). Di sinilah pertama kalinya tertulis permainan colf/kold yang dimainkan di Low Countries (area pesisir di Eropa Barat).

Buku anggaran pengacara Sir John Foulis dari Ravelston mencatat bahwa ia bermain golf di Musselburgh Links pada tanggal 2 Maret tahun 1672, dan dari tulisan ini diketahui bahwa The Old Links, Musselburgh merupakan lapangan golf tertua di dunia. Ditemukan juga catatan mengenai cerita Ratu Skotlandia, Mary, yang bermain di tempat itu pada tahun 1567.

Permainan golf masa kini diyakini sebagai “turunan” dari budaya Skotlandia. Juru bicara Royal and Ancient Golf Club of St. Andrews, salah satu organisasi golf Skotlandia tertua, mengatakan bahwa “Permainan stik dan bola sudah ada dari berabad-abad yang lalu, tapi permainan golf yang kita kenal sekarang ini dengan lebih dari 18 lubang, sudah jelas berasal dari Skotlandia”.

Lapangan Golf Modern
Lapangan golf terdiri dari rangkaian lubang, yang masing-masing memiliki area “teeing” (ayunan pertama), fairway (jalur permainan dari tee sampai lubang), rough (area di luar fairway dengan tekstur rumput yang panjang dan lebat) dan hazzard (lubang pasir atau danau) lainnya, serta area green dengan tongkat bendera bernama “pin” dan lubang yang disebut sebagai “cup”.  Kebanyakan lapangan memiliki 18 lubang; beberapa memiliki area fairway dan green yang sama, dan sebuah subset dengan 9 lubang, dimainkan 2 kali per babak. Lapangan dengan kategori Par-3 memiliki 9/18 lubang yang memiliki batasan ayunan sebanyak maksimal 3 kali.
Walaupun terdapat keunikan dalam desain maupun arsitektur lanskapnya, arsitektural lapangan golf dikategorikan ke dalam bidang ilmu yang berbeda. Tata letak area fairway beserta aturan-aturan dasar, seperti jumlah lubang, penilaian par-nya, serta jumlah lubang dalam tiap nilai par per lapangan. Penempatan area green juga lebih disukai jika berada di dekat area tee babak selanjutnya, untuk mengurangi jarak tempuh antar babak, dan juga untuk memadukan babak permainan dengan jarak lubang yang pendek dan lubang yang jauh.

Aturan Main
Selama bertahun-tahun, terdapat 2 set aturan yang berlaku, dicanangkan oleh USGA dan R&A. Bermula pada tahun 1952, 2 grup tersebut membuat standar peraturan, dan merilis set aturan baru setiap 2 tahun sekali, biasanya dengan beberapa perubahan minor. Namun pada tahun 1990, kedua peraturan itu akhirnya melebur menjadi satu, setelah kedua grup tersebut “berdamai” dengan set aturan standar permainan yang sama. Perbedaan terbesar antara dua grup tersebut yang berlangsung selama puluhan tahun adalah kubu R&A mengizinkan permainan dengan bola berdiameter 1,62 inci, sedangkan ukuran diameter bola yang berlaku untuk kubu USGA adalah 1,68 inci.

Terdapat 3 premis dasar dalam Aturan Bermain Golf: 1) pukul bola di tempatnya, 2) bermain di lapangannya, dan 3) jika tidak memungkinkan untuk melakukan 1) atau 2), maka lakukanlah semampunya dengan adil. Saat ini terdapat 34 peraturan, dengan berbagai sub-peraturan, serta sub-sub-peraturan. Sebagai tambahan, USGA dan R&A merilis buku bertajuk Decisions on the Rules of Golf (Keputusan dalam Aturan Golf), yang secara khusus menjelaskan peraturan yang sudah menjadi standar acuan selama bertahun-tahun, berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada perlombaan/ kompetisi.

Pada tahun 1982, olahraga golf menjadi bagian dalam perhelatan Asian Games untuk pertama kalinya, yang kala itu diadakan di New Delhi, India. Korea Selatan menjadi negara dengan pemegang rekor medali terbanyak dalam cabang olahraga golf, dengan 13 emas, 11 perak, dan 8 perunggu di tahun 2014.

Gaya permainan seperti apa yang akan ditampilkan di Asian Games 2018?  Ayo saksikan bersama di Jakarta dan Palembang, mulai tanggal 18 Agustus 2018.

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

Menaklukkan Alam dengan Golf


Jakarta
28  • 08  • 2018

Berlomba memasukkan bola ke rangkaian lubang di sebuah lapangan, menggunakan stik berbeda, dan jumlah ayunan sesedikit mungkin, olahraga golf memiliki sejarah panjang sebelum bertransformasi menjadi permainan modern masa kini.

Permainan golf yang kita kenal sekarang mungkin berawal dari orang Skotlandia, walaupun ditemukan berbagai permainan dengan bola dan stik lainnya dalam catatan sejarah. Seperti pada era 100 Sebelum Masehi, terdapat permainan Romawi bernama Paganica, di mana pesertanya menggunakan tongkat bengkok untuk memukul bola berisi bulu unggas yang diyakini sebagai pendahulu permainan golf.

Asal Mula
Pada manuskrip Middle Dutch tahun 1261 yang ditulis penyair Flemish Jacob van Maerlant's Boeck Merlijn menyebutkan bahwa permainan bola "mit ener coluen" (menggunakan sebuah colf/kolf [stik]). Di sinilah pertama kalinya tertulis permainan colf/kold yang dimainkan di Low Countries (area pesisir di Eropa Barat).

Buku anggaran pengacara Sir John Foulis dari Ravelston mencatat bahwa ia bermain golf di Musselburgh Links pada tanggal 2 Maret tahun 1672, dan dari tulisan ini diketahui bahwa The Old Links, Musselburgh merupakan lapangan golf tertua di dunia. Ditemukan juga catatan mengenai cerita Ratu Skotlandia, Mary, yang bermain di tempat itu pada tahun 1567.

Permainan golf masa kini diyakini sebagai “turunan” dari budaya Skotlandia. Juru bicara Royal and Ancient Golf Club of St. Andrews, salah satu organisasi golf Skotlandia tertua, mengatakan bahwa “Permainan stik dan bola sudah ada dari berabad-abad yang lalu, tapi permainan golf yang kita kenal sekarang ini dengan lebih dari 18 lubang, sudah jelas berasal dari Skotlandia”.

Lapangan Golf Modern
Lapangan golf terdiri dari rangkaian lubang, yang masing-masing memiliki area “teeing” (ayunan pertama), fairway (jalur permainan dari tee sampai lubang), rough (area di luar fairway dengan tekstur rumput yang panjang dan lebat) dan hazzard (lubang pasir atau danau) lainnya, serta area green dengan tongkat bendera bernama “pin” dan lubang yang disebut sebagai “cup”.  Kebanyakan lapangan memiliki 18 lubang; beberapa memiliki area fairway dan green yang sama, dan sebuah subset dengan 9 lubang, dimainkan 2 kali per babak. Lapangan dengan kategori Par-3 memiliki 9/18 lubang yang memiliki batasan ayunan sebanyak maksimal 3 kali.
Walaupun terdapat keunikan dalam desain maupun arsitektur lanskapnya, arsitektural lapangan golf dikategorikan ke dalam bidang ilmu yang berbeda. Tata letak area fairway beserta aturan-aturan dasar, seperti jumlah lubang, penilaian par-nya, serta jumlah lubang dalam tiap nilai par per lapangan. Penempatan area green juga lebih disukai jika berada di dekat area tee babak selanjutnya, untuk mengurangi jarak tempuh antar babak, dan juga untuk memadukan babak permainan dengan jarak lubang yang pendek dan lubang yang jauh.

Aturan Main
Selama bertahun-tahun, terdapat 2 set aturan yang berlaku, dicanangkan oleh USGA dan R&A. Bermula pada tahun 1952, 2 grup tersebut membuat standar peraturan, dan merilis set aturan baru setiap 2 tahun sekali, biasanya dengan beberapa perubahan minor. Namun pada tahun 1990, kedua peraturan itu akhirnya melebur menjadi satu, setelah kedua grup tersebut “berdamai” dengan set aturan standar permainan yang sama. Perbedaan terbesar antara dua grup tersebut yang berlangsung selama puluhan tahun adalah kubu R&A mengizinkan permainan dengan bola berdiameter 1,62 inci, sedangkan ukuran diameter bola yang berlaku untuk kubu USGA adalah 1,68 inci.

Terdapat 3 premis dasar dalam Aturan Bermain Golf: 1) pukul bola di tempatnya, 2) bermain di lapangannya, dan 3) jika tidak memungkinkan untuk melakukan 1) atau 2), maka lakukanlah semampunya dengan adil. Saat ini terdapat 34 peraturan, dengan berbagai sub-peraturan, serta sub-sub-peraturan. Sebagai tambahan, USGA dan R&A merilis buku bertajuk Decisions on the Rules of Golf (Keputusan dalam Aturan Golf), yang secara khusus menjelaskan peraturan yang sudah menjadi standar acuan selama bertahun-tahun, berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada perlombaan/ kompetisi.

Pada tahun 1982, olahraga golf menjadi bagian dalam perhelatan Asian Games untuk pertama kalinya, yang kala itu diadakan di New Delhi, India. Korea Selatan menjadi negara dengan pemegang rekor medali terbanyak dalam cabang olahraga golf, dengan 13 emas, 11 perak, dan 8 perunggu di tahun 2014.

Gaya permainan seperti apa yang akan ditampilkan di Asian Games 2018?  Ayo saksikan bersama di Jakarta dan Palembang, mulai tanggal 18 Agustus 2018.

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…