BERITA

Jakarta
08  • 12
2017

Kopi, Kopi Apa yang dari Indonesia?


Dari dulu, 2 jenis biji kopi utama - Robusta dan Arabica - sudah menyebar ke segala penjuru dunia, berasimilasi dengan budaya lokal maupun dan beradaptasi dengan lokasi geografis. Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk dalam The Coffee Belt (Sabuk Kopi), sebutan untuk daerah subur yang cocok untuk menanam kopi.  Untuk sebagian orang, menyeruput secangkir kopi adalah syarat mutlak sebelum mengawali hari. Rasa pahit, energi untuk “melek”, dan cara penyajian yang beragam merupakan beberapa alasan mengapa kopi menjadi salah satu minuman paling populer di dunia.

Kopi Indonesia menawarkan berbagai karakter berbeda, jadi mungkin akan terasa sulit untuk hanya memilih salah satu jenis kopi saja. Untuk itu, kami buatkan rekomendasi yang akan membantumu memilih kopi khas Indonesia saat berkunjung ke kedai kopi terdekat, sambil mengikuti perhelatan Asian Games yang diadakan di Jakarta dan Palembang.

  • Kopi Wamena dari Papua

            Pada awalnya, dibutuhkan perjalanan panjang yang dilanjutkan dengan helikopter untuk mengangkut biji kopi langka yang berasal dari pedalaman Papua ini menuju toko terdekat.       

            Jenis kopi ini tumbuh di dataran yang lebih tinggi , sekitar 2000 meter di atas permukaan laut. Tekstur lembut dan rasa yang pas merupakan ciri khas dari karakter kopi Wamena.

  • Kopi Toraja Kalosi  dari Tana Toraja

            Kopi yang terkenal dengan aksen rasa cokelat, tembakau, dan karamel ini merupakan pilihan tepat untuk kamu yang suka cita rasa kopi clean dengan karakter medium dan sedikit rasa asam.
            Berasal dari Bone-Bone, desa kecil di sekitar lereng gunung Latimojong, di Sulawesi Selatan, Toraja Kalosi kini sudah terkenal di Jepang, Amerika, dan Jerman.

  • Kopi Malabar dari Jawa Barat

            Kopi Malabar termasuk dalam kategori jenis kopi yang relatif masih baru, berasal dari inisiatif warga lokal di Bandung, Jawa Barat.

            Dengan metode pengolahan dan pemrosesan  yang bersih serta terstruktur, jenis kopi ini mampu bersaing dengan jenis kopi lainnya di seluruh Indonesia.

  • Kopi Aceh Gayo dari Aceh

            Tidak lama setelah Indonesia merdeka, industri kopi di Aceh mulai berkembang pesat dan menjadi salah satu usaha utama bagi warga lokal.

            Penduduk Gayo yang berasal dari 3  area, yakni Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah ini memilih biji kopi Arabica untuk ditanam yang kemudan diolah menjadi kopi Aceh Gayo. Cita rasa yang kuat dengan             karakter berat merupakan ciri khas dari kopi Aceh Gayo.

  • Kopi Flores dari Flores

            Dari abu vulkanik di pulau Flores, lahirlah kopi Flores dengan aksen rasa cokelat, kayu, serta aroma bunga yang khas.

            Dari bulan Mei sampai Juli setiap tahunnya, kebanyakan penduduk lokal dari Ruteng sampai Bajawa akan sibuk memroses kopi yang baru dipanen.

            Kopi ini juga pernah memenangkan kejuaraan The Indonesian Speciality Coffee Contest yang diadakan oleh  Association of Indonesian Coffee Exporters and Industries (AICE).

            Jadi kamu gak mungkin salah deh kalau memilih kopi ini.

  • Kopi Kintamani dari  Bali

            Lereng Gunung Batur di Bali merupakan tempat asal dari kopi Kintamani. 

            Area ini relatif kering dan sejuk dengan musim penghujan yang berlangsung selama 6-7 bulan, para penduduk lokal terbiasa dengan memanen berbagai jenis buah, salah satunya adalah jeruk Bali yang populer.

           Dari sinilah mengapa karakter asam yang rendah dan aroma jeruk serta buah-buahan dapat ditemukan dari secangkir kopi Kintamani.

Dengan rekomendasi ini, mudah-mudahan pecinta kopi dari seluruh dunia tidak kesulitan lagi mencari secangkir kopi favoritnya selama mengunjungi event Asian Games di Jakarta dan Palembang. Selamat ngopi dan semoga kamu menikmati keseruan acaranya!

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

Kopi, Kopi Apa yang dari Indonesia?


Jakarta
28  • 08  • 2018

Dari dulu, 2 jenis biji kopi utama - Robusta dan Arabica - sudah menyebar ke segala penjuru dunia, berasimilasi dengan budaya lokal maupun dan beradaptasi dengan lokasi geografis. Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk dalam The Coffee Belt (Sabuk Kopi), sebutan untuk daerah subur yang cocok untuk menanam kopi.  Untuk sebagian orang, menyeruput secangkir kopi adalah syarat mutlak sebelum mengawali hari. Rasa pahit, energi untuk “melek”, dan cara penyajian yang beragam merupakan beberapa alasan mengapa kopi menjadi salah satu minuman paling populer di dunia.

Kopi Indonesia menawarkan berbagai karakter berbeda, jadi mungkin akan terasa sulit untuk hanya memilih salah satu jenis kopi saja. Untuk itu, kami buatkan rekomendasi yang akan membantumu memilih kopi khas Indonesia saat berkunjung ke kedai kopi terdekat, sambil mengikuti perhelatan Asian Games yang diadakan di Jakarta dan Palembang.

  • Kopi Wamena dari Papua

            Pada awalnya, dibutuhkan perjalanan panjang yang dilanjutkan dengan helikopter untuk mengangkut biji kopi langka yang berasal dari pedalaman Papua ini menuju toko terdekat.       

            Jenis kopi ini tumbuh di dataran yang lebih tinggi , sekitar 2000 meter di atas permukaan laut. Tekstur lembut dan rasa yang pas merupakan ciri khas dari karakter kopi Wamena.

  • Kopi Toraja Kalosi  dari Tana Toraja

            Kopi yang terkenal dengan aksen rasa cokelat, tembakau, dan karamel ini merupakan pilihan tepat untuk kamu yang suka cita rasa kopi clean dengan karakter medium dan sedikit rasa asam.
            Berasal dari Bone-Bone, desa kecil di sekitar lereng gunung Latimojong, di Sulawesi Selatan, Toraja Kalosi kini sudah terkenal di Jepang, Amerika, dan Jerman.

  • Kopi Malabar dari Jawa Barat

            Kopi Malabar termasuk dalam kategori jenis kopi yang relatif masih baru, berasal dari inisiatif warga lokal di Bandung, Jawa Barat.

            Dengan metode pengolahan dan pemrosesan  yang bersih serta terstruktur, jenis kopi ini mampu bersaing dengan jenis kopi lainnya di seluruh Indonesia.

  • Kopi Aceh Gayo dari Aceh

            Tidak lama setelah Indonesia merdeka, industri kopi di Aceh mulai berkembang pesat dan menjadi salah satu usaha utama bagi warga lokal.

            Penduduk Gayo yang berasal dari 3  area, yakni Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah ini memilih biji kopi Arabica untuk ditanam yang kemudan diolah menjadi kopi Aceh Gayo. Cita rasa yang kuat dengan             karakter berat merupakan ciri khas dari kopi Aceh Gayo.

  • Kopi Flores dari Flores

            Dari abu vulkanik di pulau Flores, lahirlah kopi Flores dengan aksen rasa cokelat, kayu, serta aroma bunga yang khas.

            Dari bulan Mei sampai Juli setiap tahunnya, kebanyakan penduduk lokal dari Ruteng sampai Bajawa akan sibuk memroses kopi yang baru dipanen.

            Kopi ini juga pernah memenangkan kejuaraan The Indonesian Speciality Coffee Contest yang diadakan oleh  Association of Indonesian Coffee Exporters and Industries (AICE).

            Jadi kamu gak mungkin salah deh kalau memilih kopi ini.

  • Kopi Kintamani dari  Bali

            Lereng Gunung Batur di Bali merupakan tempat asal dari kopi Kintamani. 

            Area ini relatif kering dan sejuk dengan musim penghujan yang berlangsung selama 6-7 bulan, para penduduk lokal terbiasa dengan memanen berbagai jenis buah, salah satunya adalah jeruk Bali yang populer.

           Dari sinilah mengapa karakter asam yang rendah dan aroma jeruk serta buah-buahan dapat ditemukan dari secangkir kopi Kintamani.

Dengan rekomendasi ini, mudah-mudahan pecinta kopi dari seluruh dunia tidak kesulitan lagi mencari secangkir kopi favoritnya selama mengunjungi event Asian Games di Jakarta dan Palembang. Selamat ngopi dan semoga kamu menikmati keseruan acaranya!

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…