BERITA

Palembang
08  • 12
2017

Ayo Kenalan dengan Palembang: Venisia dari Timur


Di pulau Sumatra yang cantik, terdapat sebuah kota bernama Palembang. Kata “Palembang” sendiri berasal dari 2 kata dari bahasa Melayu, yaitu “Pa” dan “Lembang”. “Pa” atau“Pe” merupakan kata awalan yang digunakan sebagaui penunjuk sebuah tempat atau situasi, sedangkan “Lembang” atau “Lembeng” berarti dataran rendah, akar yang menggembung karena terendam air dalam kurun waktu yang panjang. Dengan kata lain, “Palembang” berarti tempat yang terus-menerus terendam air.


Sungai paling terkenal yang bernama Sungai Musi , mengalir dari pedalaman Bukit Barisan, terus ke bawah menuju tanah datar, menjadi titik temu percabangan Sungai Komering dan Ogan, yang kemudian melebar menjadi sungai besar ketika mencapai Palembang.  Banyaknya anak sungai dan aliran yang memotong lewat Palembang, menjadi asal muasal mengapa kota ini disebut sebagai “Venisia dari Timur”

 Ikon modern dari kota Palembang adalah Jembatan Ampera, yang dibuka untuk umum pada tahun 1965, membentang di atas sungai yang besar untuk menghubungkan dua sisi kota.

 

Asal Mula

Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, sudah ada sejak abad ke-7. Prasasti Kedukan Bukit di dekat Sungai Musi yang berasal dari tahun 683 Sebelum Masehi mencatat adanya kota pendahulu di daerah ini, yang bernama Sriwijaya. Palembang diyakini sebagai ibukota pertama dari Dinasti Sriwijaya yang menguasai sebagian besar Asia Tenggara pada masa kejayaannya.

 

Setelah pergantian dinasti kerajaan, sultan, dan lainnya selama berabad-abad, Palembang masa kini dikenal sebagai kota asal pempek, yang merupakan makanan khas tradisionalnya yang lezat.

 

Mau ke Palembang?

Kalau terbang ke Palembang dengan pesawat komersial, kamu akan mendarat di Bandara Utama Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Bandara ini dibangun untuk menggantikan bandara sebelumnya, Talang Betutu, yang kini menjadi bandara militer. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dibuka pada akhir tahun 2005.

 

Penerbangan internasional tersedia dengan Silk Air dan JetStar dari Singapura dan AirAsia dari Kuala Lumpur. Beberapa penerbangan domestik termasuk Jakarta (banyak), Pangkal Pinang, Batam, Medan, Padang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Lubuk Linggau. Maskapai Garuda Indonesia melayani rute harian ke kota tetangga seperti Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Bengkulu, Jambi, dan Tanjung Pandan.


Jalan-Jalan di Palembang

Bus kota di Palembang merupakan salah satu yang paling nyaman di Indonesia. Bus yang bernama TRANS MUSI ini memiliki 2 jenis - berwarna biru dan hijau - yang melayani rute berbeda.

 

Rute Bus TRANS MUSI yang berwarna hijau melewati:

Terminal Sako Perumnas – Jalan Celentang – Jalan Residen Abdul Rozak – Simpang Empat Patal – Jalan Basuki Rahmat – Jalan Demang Lebar Daun – Simpang Taman Bukit – UNSRI Bukit Besar – Jalan Jaksa Suprapto – Simpang Kedaung – Jalan Letkol Iskandar – Simpang Hero – PIM, dan sebaliknya melewati semua halte.

 

Rute Bus TRANS MUSI yang berwarna biru melewati:

Terminal Alang-alang lebar – Jalan Kol H Burlian – Jalan Jenderal Sudirman – Pasar 16 Ilir (Jalan Tengkuruk Permai) – Underpass Ampera Bridge – Jalan Masjid Agung – Jalan Jenderal Sudirman – dan sebaliknya menuju Alang-alang lebar.


Jika ingin menikmati transportasi lokal dengan sensasi udara terbuka, kamu bisa naik becak atau ojek. Tarifnya gak bikin dompet jebol dan pastinya lebih seru.


Ada apa saja di Palembang?

Sesampainya di Palembang, ada banyak sekali keseruan yang menunggumu di sela-sela menikmati perhelatan Asian Games 2018. Ini beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi, biar punya cerita berkesan selama menjelajahi Venisia dari Timur, dan pastinya bikin Instagrammu lebih berwarna:

  • Jembatan Ampera
  • Masjid Agung Palembang
  • Benteng Kuto Besak
  • Museum Sultan Badaruddi
  • Museum Balaputradewa
  • Monumen Perjuangan Rakyat
  • Dekranasda Sumatera Selatan
  • Pulau Kemaro Islan
  • Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

Ayo Kenalan dengan Palembang: Venisia dari Timur


Palembang
28  • 08  • 2018

Di pulau Sumatra yang cantik, terdapat sebuah kota bernama Palembang. Kata “Palembang” sendiri berasal dari 2 kata dari bahasa Melayu, yaitu “Pa” dan “Lembang”. “Pa” atau“Pe” merupakan kata awalan yang digunakan sebagaui penunjuk sebuah tempat atau situasi, sedangkan “Lembang” atau “Lembeng” berarti dataran rendah, akar yang menggembung karena terendam air dalam kurun waktu yang panjang. Dengan kata lain, “Palembang” berarti tempat yang terus-menerus terendam air.


Sungai paling terkenal yang bernama Sungai Musi , mengalir dari pedalaman Bukit Barisan, terus ke bawah menuju tanah datar, menjadi titik temu percabangan Sungai Komering dan Ogan, yang kemudian melebar menjadi sungai besar ketika mencapai Palembang.  Banyaknya anak sungai dan aliran yang memotong lewat Palembang, menjadi asal muasal mengapa kota ini disebut sebagai “Venisia dari Timur”

 Ikon modern dari kota Palembang adalah Jembatan Ampera, yang dibuka untuk umum pada tahun 1965, membentang di atas sungai yang besar untuk menghubungkan dua sisi kota.

 

Asal Mula

Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, sudah ada sejak abad ke-7. Prasasti Kedukan Bukit di dekat Sungai Musi yang berasal dari tahun 683 Sebelum Masehi mencatat adanya kota pendahulu di daerah ini, yang bernama Sriwijaya. Palembang diyakini sebagai ibukota pertama dari Dinasti Sriwijaya yang menguasai sebagian besar Asia Tenggara pada masa kejayaannya.

 

Setelah pergantian dinasti kerajaan, sultan, dan lainnya selama berabad-abad, Palembang masa kini dikenal sebagai kota asal pempek, yang merupakan makanan khas tradisionalnya yang lezat.

 

Mau ke Palembang?

Kalau terbang ke Palembang dengan pesawat komersial, kamu akan mendarat di Bandara Utama Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Bandara ini dibangun untuk menggantikan bandara sebelumnya, Talang Betutu, yang kini menjadi bandara militer. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dibuka pada akhir tahun 2005.

 

Penerbangan internasional tersedia dengan Silk Air dan JetStar dari Singapura dan AirAsia dari Kuala Lumpur. Beberapa penerbangan domestik termasuk Jakarta (banyak), Pangkal Pinang, Batam, Medan, Padang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Lubuk Linggau. Maskapai Garuda Indonesia melayani rute harian ke kota tetangga seperti Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Bengkulu, Jambi, dan Tanjung Pandan.


Jalan-Jalan di Palembang

Bus kota di Palembang merupakan salah satu yang paling nyaman di Indonesia. Bus yang bernama TRANS MUSI ini memiliki 2 jenis - berwarna biru dan hijau - yang melayani rute berbeda.

 

Rute Bus TRANS MUSI yang berwarna hijau melewati:

Terminal Sako Perumnas – Jalan Celentang – Jalan Residen Abdul Rozak – Simpang Empat Patal – Jalan Basuki Rahmat – Jalan Demang Lebar Daun – Simpang Taman Bukit – UNSRI Bukit Besar – Jalan Jaksa Suprapto – Simpang Kedaung – Jalan Letkol Iskandar – Simpang Hero – PIM, dan sebaliknya melewati semua halte.

 

Rute Bus TRANS MUSI yang berwarna biru melewati:

Terminal Alang-alang lebar – Jalan Kol H Burlian – Jalan Jenderal Sudirman – Pasar 16 Ilir (Jalan Tengkuruk Permai) – Underpass Ampera Bridge – Jalan Masjid Agung – Jalan Jenderal Sudirman – dan sebaliknya menuju Alang-alang lebar.


Jika ingin menikmati transportasi lokal dengan sensasi udara terbuka, kamu bisa naik becak atau ojek. Tarifnya gak bikin dompet jebol dan pastinya lebih seru.


Ada apa saja di Palembang?

Sesampainya di Palembang, ada banyak sekali keseruan yang menunggumu di sela-sela menikmati perhelatan Asian Games 2018. Ini beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi, biar punya cerita berkesan selama menjelajahi Venisia dari Timur, dan pastinya bikin Instagrammu lebih berwarna:

  • Jembatan Ampera
  • Masjid Agung Palembang
  • Benteng Kuto Besak
  • Museum Sultan Badaruddi
  • Museum Balaputradewa
  • Monumen Perjuangan Rakyat
  • Dekranasda Sumatera Selatan
  • Pulau Kemaro Islan
  • Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…