BERITA

Jakarta
08  • 12
2017

Tag :

Taekwondo dan Seni Perjuangan Khas Korea


Kata “taekwondo” berasal dari 3 kata Korea, “tae” yang berarti kaki, “kwon” yang berarti tinju, dan “do” yang berarti jurus. Secara harfiah taekwondo berarti “jurus dengan kaki dan tangan”. Nama taekwondo sendiri baru digunakan sejak tahun 1950an, sementara akar seninya sendiri sudah dimulai sejak 2300 tahun yang lalu di Korea. Dikenal sebagai ilmu bela diri dan gaya hidup, evolusi taekwondo merupakan hasil dari sejarah panjang yang terjadi di Korea.

Taekwondo berkembang dengan perpaduan seni bela diri Jepang dan Tiongkok, serta elemen seni bela diri tradisional Korea, seperti taekkyeon, subak, dan gwonbeop.

Karakter taekwondo lebih menenkankan pada jurus tendangan tinggi ke kepala, tendangan melompat yang berputar, serta teknik tendangan cepat. Bahkan, kompetisi pertandingan dari Federasi Dunia Taekwondo memberikan poin lebih untuk serangan dengan tendangan berputar, tendangan ke kepala, ataupun kombinasi keduanya.


Sejarah Singkat

Setelah tahun 1945, beberapa sekolah bela diri baru yang bernama kwan dibuka di Seoul. Sekolah ini didirikan oleh seniman bela diri Korea yang sebelumnya pernah belajar di Jepang. Secara garis besar, istilah “taekwondo tradisional” biasanya mengacu pada seni bela diri yang diajarkan di kwan pada tahun 1940 sampai 1950an, walaupun nama “taekwondo” itu sendiri belum ada pada masa itu.

Bermula pada tahun 1955, para petinggi kwan berembuk untuk menciptakan seni bela diri yang menyatukan semua teknik bela diri khas Korea. Dimulai dengan Tae Soo Do sebagai nama awalnya, nama taekwondo awalnya sulit diterima oleh para petinggi kwan. Akhirnya pada tahun 1959, didirikanlah Asosiasi Taekwondo Korea untuk memfasilitasi penyatuan dari bela diri Korea.

Seni

Serupa dengan beragam seni bela diri Asia, taekwondo memiliki berbagai gaya yang berasal beberapa sekolah atau kwan. Beberapa yang paling menonjol seperti:

Taekwondo Tradisional: Merupakan perpaduan dari beberapa gaya taekwondo yang populer di tahin 1940-1960an, sebelum beberapa sekolah (kwan) yang mendirikan asosiasi taekwondo di Korea melebur menjadi satu teknik taekwondo seperti yang kita kena sekarang. Tidak ada satu jurus yang khas dalam taekwondo tradisional, karena tergantung pada sekolah/kwan mana yang mereka anut. 


Gaya Federasi Internasional Taekwon-Do (FTI): Juga dikenal dengan gaya Chang Hon, diajarkan sebagai cabang dari teknik yang dikembangkan oleh Asoisasi Taekwondo Korea, sebuah asosiasi yang bertujuan untuk mengembangkan penyatuan teknik taekowndo. ATK sendiri didirikan untuk menggabungkan 9 gaya bela diri berbeda yang sebelumnya dianut oleh 9 kwan, 9 sekolah bela diri Korea pertama yang terbentuk setelah tahun 1945.

Gaya Kukkiwon/Federsi Taekwondo Dunia (FTD): Juga dikenal sebagai cabang di Olimpiade, cabang olahraga, atau yang lebih akurat disebut sebagai gaya Kukkiwon taekwondo. Sesaat setelah perpecahan FTI menjadi gabungan kwan bergaya ATK, beberapa kwan yang tersisa pun menyatukan diri membentuk gaya taekwondo “nasional” (kukki). Inisiasi ini digagas oleh Kukkiwon pertama, “akademi nasional” untuk taekwondo yang pertama di Korea Selatan.


 Masa Kini

Taekwondo hari ini tetap seru seru seperti dulu. Taekwondo, di bawah naungan Federasi Taekwondo Dunia telah berkembang menjadi seni dan olahraga internasional yang sudah diakui di lebih dari 190 negara di seluruh dunia. Di tahun 1975, Persatuan Atlet Amatir Amerika (PAA) menerima taekwondo sebagai olahraga resmi. Taekwondo juga diakui oleh Asosiasi Umum dari Federasi Olahraga Internasional (AUFO) dan Dewan Olahraga Militer Internasional (DOMI) di tahun 1976. Pada tahun 1980, FTD menjadi Komite Olimpiade Internaisonal (KOI), federasi olahraga yang terkemuka, menjadikan taekwondo sebagai olahraga pertunjukkan di Pagelaran Olimpiade tahun 1988 dan 1992.

Olahraga taekwondo sudah dipertandingkan pada setiap Asian Games sejak tahun 1986 di Seoul, Korea Selatan. Dan seperti pada pagelaran sebelumnya, taekwondo kini juga menjadi bagian dalam perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

 

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

Taekwondo dan Seni Perjuangan Khas Korea


Jakarta
28  • 08  • 2018
Tag :

Kata “taekwondo” berasal dari 3 kata Korea, “tae” yang berarti kaki, “kwon” yang berarti tinju, dan “do” yang berarti jurus. Secara harfiah taekwondo berarti “jurus dengan kaki dan tangan”. Nama taekwondo sendiri baru digunakan sejak tahun 1950an, sementara akar seninya sendiri sudah dimulai sejak 2300 tahun yang lalu di Korea. Dikenal sebagai ilmu bela diri dan gaya hidup, evolusi taekwondo merupakan hasil dari sejarah panjang yang terjadi di Korea.

Taekwondo berkembang dengan perpaduan seni bela diri Jepang dan Tiongkok, serta elemen seni bela diri tradisional Korea, seperti taekkyeon, subak, dan gwonbeop.

Karakter taekwondo lebih menenkankan pada jurus tendangan tinggi ke kepala, tendangan melompat yang berputar, serta teknik tendangan cepat. Bahkan, kompetisi pertandingan dari Federasi Dunia Taekwondo memberikan poin lebih untuk serangan dengan tendangan berputar, tendangan ke kepala, ataupun kombinasi keduanya.


Sejarah Singkat

Setelah tahun 1945, beberapa sekolah bela diri baru yang bernama kwan dibuka di Seoul. Sekolah ini didirikan oleh seniman bela diri Korea yang sebelumnya pernah belajar di Jepang. Secara garis besar, istilah “taekwondo tradisional” biasanya mengacu pada seni bela diri yang diajarkan di kwan pada tahun 1940 sampai 1950an, walaupun nama “taekwondo” itu sendiri belum ada pada masa itu.

Bermula pada tahun 1955, para petinggi kwan berembuk untuk menciptakan seni bela diri yang menyatukan semua teknik bela diri khas Korea. Dimulai dengan Tae Soo Do sebagai nama awalnya, nama taekwondo awalnya sulit diterima oleh para petinggi kwan. Akhirnya pada tahun 1959, didirikanlah Asosiasi Taekwondo Korea untuk memfasilitasi penyatuan dari bela diri Korea.

Seni

Serupa dengan beragam seni bela diri Asia, taekwondo memiliki berbagai gaya yang berasal beberapa sekolah atau kwan. Beberapa yang paling menonjol seperti:

Taekwondo Tradisional: Merupakan perpaduan dari beberapa gaya taekwondo yang populer di tahin 1940-1960an, sebelum beberapa sekolah (kwan) yang mendirikan asosiasi taekwondo di Korea melebur menjadi satu teknik taekwondo seperti yang kita kena sekarang. Tidak ada satu jurus yang khas dalam taekwondo tradisional, karena tergantung pada sekolah/kwan mana yang mereka anut. 


Gaya Federasi Internasional Taekwon-Do (FTI): Juga dikenal dengan gaya Chang Hon, diajarkan sebagai cabang dari teknik yang dikembangkan oleh Asoisasi Taekwondo Korea, sebuah asosiasi yang bertujuan untuk mengembangkan penyatuan teknik taekowndo. ATK sendiri didirikan untuk menggabungkan 9 gaya bela diri berbeda yang sebelumnya dianut oleh 9 kwan, 9 sekolah bela diri Korea pertama yang terbentuk setelah tahun 1945.

Gaya Kukkiwon/Federsi Taekwondo Dunia (FTD): Juga dikenal sebagai cabang di Olimpiade, cabang olahraga, atau yang lebih akurat disebut sebagai gaya Kukkiwon taekwondo. Sesaat setelah perpecahan FTI menjadi gabungan kwan bergaya ATK, beberapa kwan yang tersisa pun menyatukan diri membentuk gaya taekwondo “nasional” (kukki). Inisiasi ini digagas oleh Kukkiwon pertama, “akademi nasional” untuk taekwondo yang pertama di Korea Selatan.


 Masa Kini

Taekwondo hari ini tetap seru seru seperti dulu. Taekwondo, di bawah naungan Federasi Taekwondo Dunia telah berkembang menjadi seni dan olahraga internasional yang sudah diakui di lebih dari 190 negara di seluruh dunia. Di tahun 1975, Persatuan Atlet Amatir Amerika (PAA) menerima taekwondo sebagai olahraga resmi. Taekwondo juga diakui oleh Asosiasi Umum dari Federasi Olahraga Internasional (AUFO) dan Dewan Olahraga Militer Internasional (DOMI) di tahun 1976. Pada tahun 1980, FTD menjadi Komite Olimpiade Internaisonal (KOI), federasi olahraga yang terkemuka, menjadikan taekwondo sebagai olahraga pertunjukkan di Pagelaran Olimpiade tahun 1988 dan 1992.

Olahraga taekwondo sudah dipertandingkan pada setiap Asian Games sejak tahun 1986 di Seoul, Korea Selatan. Dan seperti pada pagelaran sebelumnya, taekwondo kini juga menjadi bagian dalam perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

 

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…