BERITA

Kelapa Gading, Jakarta
08  • 12
2017

Test Event Judo Asian Games 2018 Diikuti 188 Judoka


Meski hanya berlangsung selama tiga hari dan mempertandingkan empat kelas, test event "Road to Asian Games 2018" cabang judo yang digelar di GOR Kelapa Gading, Jakarta, 20-22 Oktober, diikuti 188 judoka dari lima negara peserta.

Ajang bertajuk "9 Wismoyo Cup International Judo Tournament” digelar panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) yang menggandeng PB PJSI (Persatuan Judo Seluruh indonesia) sebagai penyelenggara kejuaraan.

"Dalam menggelar test event, "Road to Asian Games", induk organisasi olahraga mengambil peran yang lebih dominan, karena itu kesiapan mereka menjadi penting, termasuk mengundang technical delegate asing yang akan menjadi supervisi dan memberi input demi kelancaran saat Games Times nanti," ujar Sekjen INASGOC, Eris Heryyanto, Jumat (20/10/2017)

Pembukaan test event "Road to Asian Games 2018" cabang judo pada Jumat itu dihadiri Sekjen PJSI, Bachtiar, Technical delegate dari Uni Judo Asia (JUA), Chekuong Hon, dan manajer kompetisi, Irwan Prakarsa.

Menurut Chekuong Hon yang menjabat JUA Headsports Director, Asian Games merupakan ajang yang besar, sehingga diperlukan test event untuk menguji kesiapan maksimal atlet dan panitia pelaksana.

“Level pertandingan di Asian Games cukup tinggi, sehingga dibutuhkan kualitas  atlet yang punya prestasi tinggi dan kemampuan panitia yang juga mumpuni. Saya  datang di test event ini dengan tujuan membantu seluruh personil dalam melaksanakan test event judo agar menjadi sukses dan mandiri saat Asian Games nanti,” ujar Chekuong Hon.

Namun, karena waktu penyelenggaraan test event hanya tiga hari, tak semua nomor dipertandingkan. Dari 15 nomor, yang terdiri dari 14 nomor di kategori individu putra-putri dan 1 nomor di kategori beregu campuran yang akan digelar saat Games Times, ajang uji coba ini hanya menggelar empat belas nomor putra-putri.

Di hari pertama pertandingan untuk kategori putri hanya memanggungkan kelas , -45 kg dan -48 kg, Sedangkan untuk kategori putra kelas, -55 kg dan -60 kg. Selain judoka dalam negeri, ajang ini dihadiri peserta dari Perancis, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. 

Untuk competition venue, INASGOC tengah mempersiapkan JiExpo sebagai venue yang digunakan untuk cabor judo di  Asian Games nanti. 

“Dalam mempersiapkan venue untuk cabor judo sendiri, terdapat beberapa rules yang harus dipenuhi, contohnya venue yang kita gunakan sekarang untuk test  event ini tempat entry dari atelte yang kita pakai sekarang kurang besar, lalu tempat warm up ruang area yang dibawah itu sebaiknya satu lantai, oleh karena itu kami berkoordinasi dengan inasgoc agar rules-rules itu dapat dikerjakan dengan baik, dan kami puas INASGOC sudah mampu memenuhi standar yang ditetapkan” ujar Irwan Prakarsa

Sementara hasil pertandingan hari ini (20/10), di final individu putri  kelas -45 kg, Luh Eka Meidiani Pujahasita (Bali) menduduki posisi pertama setelah mengalahkan Afifah Raudhlatul Jannah (DKI Jakarta), dan di posisi ke tiga ditempati oleh Anggun Nurajijah (Jawa Barat).

Di kelas  -48 kg, diposisi pertama diduduki oleh R.R Terry Kusumawardani S (Indonesia), kemudian di posisi ke dua ditempati oleh Dewi Sintya (Indonesia), dan di posisi terakhir ditempati oleh Dita Ananda (DKI Jakarta)

Sedangkan untuk kategori putra, kelas  -55 kg ditempati oleh M.Imam Maulana (Jawa Barat) di posisi pertama, kemudian disusul oleh Dicky Zulfikar (Banten) di posisi ke dua, dan di posisi ketiga ditempati oleh Beta Awari (Kalimantan Barat). Disamping itu untuk nomor -60 kg Jawa barat kembali menduduki posisi pertama oleh Toni Irawan, kemudian disusul oleh M Aditya Wahyudi (Indonesia) diposisi kedua, dan Ivan Figanda (Banten) menduduki posisi ketiga.


ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

Test Event Judo Asian Games 2018 Diikuti 188 Judoka


Kelapa Gading, Jakarta
28  • 08  • 2018

Meski hanya berlangsung selama tiga hari dan mempertandingkan empat kelas, test event "Road to Asian Games 2018" cabang judo yang digelar di GOR Kelapa Gading, Jakarta, 20-22 Oktober, diikuti 188 judoka dari lima negara peserta.

Ajang bertajuk "9 Wismoyo Cup International Judo Tournament” digelar panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) yang menggandeng PB PJSI (Persatuan Judo Seluruh indonesia) sebagai penyelenggara kejuaraan.

"Dalam menggelar test event, "Road to Asian Games", induk organisasi olahraga mengambil peran yang lebih dominan, karena itu kesiapan mereka menjadi penting, termasuk mengundang technical delegate asing yang akan menjadi supervisi dan memberi input demi kelancaran saat Games Times nanti," ujar Sekjen INASGOC, Eris Heryyanto, Jumat (20/10/2017)

Pembukaan test event "Road to Asian Games 2018" cabang judo pada Jumat itu dihadiri Sekjen PJSI, Bachtiar, Technical delegate dari Uni Judo Asia (JUA), Chekuong Hon, dan manajer kompetisi, Irwan Prakarsa.

Menurut Chekuong Hon yang menjabat JUA Headsports Director, Asian Games merupakan ajang yang besar, sehingga diperlukan test event untuk menguji kesiapan maksimal atlet dan panitia pelaksana.

“Level pertandingan di Asian Games cukup tinggi, sehingga dibutuhkan kualitas  atlet yang punya prestasi tinggi dan kemampuan panitia yang juga mumpuni. Saya  datang di test event ini dengan tujuan membantu seluruh personil dalam melaksanakan test event judo agar menjadi sukses dan mandiri saat Asian Games nanti,” ujar Chekuong Hon.

Namun, karena waktu penyelenggaraan test event hanya tiga hari, tak semua nomor dipertandingkan. Dari 15 nomor, yang terdiri dari 14 nomor di kategori individu putra-putri dan 1 nomor di kategori beregu campuran yang akan digelar saat Games Times, ajang uji coba ini hanya menggelar empat belas nomor putra-putri.

Di hari pertama pertandingan untuk kategori putri hanya memanggungkan kelas , -45 kg dan -48 kg, Sedangkan untuk kategori putra kelas, -55 kg dan -60 kg. Selain judoka dalam negeri, ajang ini dihadiri peserta dari Perancis, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. 

Untuk competition venue, INASGOC tengah mempersiapkan JiExpo sebagai venue yang digunakan untuk cabor judo di  Asian Games nanti. 

“Dalam mempersiapkan venue untuk cabor judo sendiri, terdapat beberapa rules yang harus dipenuhi, contohnya venue yang kita gunakan sekarang untuk test  event ini tempat entry dari atelte yang kita pakai sekarang kurang besar, lalu tempat warm up ruang area yang dibawah itu sebaiknya satu lantai, oleh karena itu kami berkoordinasi dengan inasgoc agar rules-rules itu dapat dikerjakan dengan baik, dan kami puas INASGOC sudah mampu memenuhi standar yang ditetapkan” ujar Irwan Prakarsa

Sementara hasil pertandingan hari ini (20/10), di final individu putri  kelas -45 kg, Luh Eka Meidiani Pujahasita (Bali) menduduki posisi pertama setelah mengalahkan Afifah Raudhlatul Jannah (DKI Jakarta), dan di posisi ke tiga ditempati oleh Anggun Nurajijah (Jawa Barat).

Di kelas  -48 kg, diposisi pertama diduduki oleh R.R Terry Kusumawardani S (Indonesia), kemudian di posisi ke dua ditempati oleh Dewi Sintya (Indonesia), dan di posisi terakhir ditempati oleh Dita Ananda (DKI Jakarta)

Sedangkan untuk kategori putra, kelas  -55 kg ditempati oleh M.Imam Maulana (Jawa Barat) di posisi pertama, kemudian disusul oleh Dicky Zulfikar (Banten) di posisi ke dua, dan di posisi ketiga ditempati oleh Beta Awari (Kalimantan Barat). Disamping itu untuk nomor -60 kg Jawa barat kembali menduduki posisi pertama oleh Toni Irawan, kemudian disusul oleh M Aditya Wahyudi (Indonesia) diposisi kedua, dan Ivan Figanda (Banten) menduduki posisi ketiga.


ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…