BERITA

Jakarta
06  • 12
2017

Mencermati Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games


Olahraga bisa menjadi sarana untuk mempersatukan bangsa, membangun nasionalisme, bahkan mempererat hubungan antar negara. Banyak kompetisi olahraga internasional yang diselenggarakan guna menunjukkan kesatuan, kerja sama antar negara, dan ajang pembuktian negara tersebut mempunyai potensi dan kekuatan di dunia internasional.

Salah satu ajang olahraga internasional yang dikhususkan bagi negara-negara Asia adalah Asian Games. Pesta olahraga ini merupakan ajang multi event terbesar kedua setelah olimpiade yang diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA/Olympic Council of Asia) setiap empat tahun sekali. Acara ini juga sebagai momen untuk mempertemukan atlet-atlet dari seluruh Asia dengan menggelar berbagai macam kompetisi cabang olahraga. Pada umumnya ajang ini didominasi oleh atlet-atlet dari Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Asian Games pertama kali diselenggarakan di Delhi, India tanggal 4-11 Maret 1951 yang diikuti 491 atlet dari 11 Komite Olimpiade Nasional (NOC) yakni Afghanistan, Burma, Ceylon/Srilangka, India, Indonesia, Iran, Jepang, Nepal, Filipina, Singapura, dan Thailand dengan memperebutkan 169 medali emas dan mempertandingkan enam cabang olahraga: atletik, akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, balap sepeda (jalan raya dan trek), sepak bola , dan angkat besi.

Salah satu negara yang sejak awal tidak pernah absen dalam ajang Asian Games adalah Indonesia. Bahkan Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962, tepatnya di Jakarta. Sepanjang perjalanannya di ajang olahraga ini, prestasi atlet Indonesia di Asian Games cukup dinamis. Pada tahun 1951 Indonesia berhasil berada di urutan ke-7 dengan meraih 5 medali perunggu. Prestasi atlet Indonesia di Asian Games cukup membanggakan pada tahun 1962, menduduki posisi runner-up di Asian Games yang diadakan di Jakarta, Indonesia dengan perolehan 77 medali (21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu).  Kemudian prestasi atlet Indonesia di Asian Games ke  XVII/2014 di Incheon, Korea Selatan meraih 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu, menjadikan tim Garuda duduk di posisi ke-17 dari 45 negara yang ikut berpartisipasi.

Sekadar mengingatkan kembali pada Asian Games 2014, prestasi atlet Indonesia di Asian Games ditorehkan pada 10 cabang olahraga yakni atletik (lompat jauh 1 emas), bulu tangkis (2 emas, 1 perak, 1 perunggu), boling (2 perunggu), berkuda (1 perunggu), karate (1 perak), rowing (1 perunggu), sepak takraw (3 perunggu), soft tennis (1 perak, 1 perunggu), angkat besi (1 perak, 1 perunggu), wushu (1 emas, 1 perak, 1 perunggu). Prestasi atlet Indonesia di Asian Games paling banyak disumbangkan oleh cabang olahraga bulu tangkis dengan perolehan medali sebanyak 91 (26 emas, 25 perak, dan 40 perunggu).

40 Cabang Olahraga pada Asian Games 2018, Jakarta – Palembang

Jika pada Asian Games 2014 melombakan 36 cabang olahraga, 49 disiplin, dan 439 nomor pertandingan, ditahun 2018 mendatang Asian Games ke-18 yang akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus 2018 - 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang, akan digelar 40 cabang olahraga (cabor), 60 disiplin, dan 462 nomor pertandingan. Dari ke-40 cabor yang akan dimainkan pada Asian Games 2018, ada 5 cabor yang statusnya termasuk baru. Ke-5 cabor itu ialah bridge, jet ski, paragliding, rollersport (skateboarding dan rollerskate), dan sport climbing.

Sementara itu, untuk disiplin pertandingan atau perlombaan, ada 7 disiplin baru. Selain skateboarding dan rollerskate yang masuk ke dalam cabor rollersport, ada juga basket 3X3 yang masuk ke dalam cabor bola basket. Untuk cabor martial arts, 4 disiplin pertandingan baru akan masuk pada Asian Games 2018. Ke-4 disiplin pertandingan itu ialah kurash, jiu-jitsu, sambo, dan pencak silat.

Harapannya prestasi atlet Indonesia di Asian Games 2018 yang akan diadakan di Palembang dan Jakarta bisa menyumbangkan lebih banyak medali untuk kembali membanggakan tim Garuda di kancah Asia.





ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

Mencermati Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games


Jakarta
28  • 08  • 2018

Olahraga bisa menjadi sarana untuk mempersatukan bangsa, membangun nasionalisme, bahkan mempererat hubungan antar negara. Banyak kompetisi olahraga internasional yang diselenggarakan guna menunjukkan kesatuan, kerja sama antar negara, dan ajang pembuktian negara tersebut mempunyai potensi dan kekuatan di dunia internasional.

Salah satu ajang olahraga internasional yang dikhususkan bagi negara-negara Asia adalah Asian Games. Pesta olahraga ini merupakan ajang multi event terbesar kedua setelah olimpiade yang diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA/Olympic Council of Asia) setiap empat tahun sekali. Acara ini juga sebagai momen untuk mempertemukan atlet-atlet dari seluruh Asia dengan menggelar berbagai macam kompetisi cabang olahraga. Pada umumnya ajang ini didominasi oleh atlet-atlet dari Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Asian Games pertama kali diselenggarakan di Delhi, India tanggal 4-11 Maret 1951 yang diikuti 491 atlet dari 11 Komite Olimpiade Nasional (NOC) yakni Afghanistan, Burma, Ceylon/Srilangka, India, Indonesia, Iran, Jepang, Nepal, Filipina, Singapura, dan Thailand dengan memperebutkan 169 medali emas dan mempertandingkan enam cabang olahraga: atletik, akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, balap sepeda (jalan raya dan trek), sepak bola , dan angkat besi.

Salah satu negara yang sejak awal tidak pernah absen dalam ajang Asian Games adalah Indonesia. Bahkan Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962, tepatnya di Jakarta. Sepanjang perjalanannya di ajang olahraga ini, prestasi atlet Indonesia di Asian Games cukup dinamis. Pada tahun 1951 Indonesia berhasil berada di urutan ke-7 dengan meraih 5 medali perunggu. Prestasi atlet Indonesia di Asian Games cukup membanggakan pada tahun 1962, menduduki posisi runner-up di Asian Games yang diadakan di Jakarta, Indonesia dengan perolehan 77 medali (21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu).  Kemudian prestasi atlet Indonesia di Asian Games ke  XVII/2014 di Incheon, Korea Selatan meraih 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu, menjadikan tim Garuda duduk di posisi ke-17 dari 45 negara yang ikut berpartisipasi.

Sekadar mengingatkan kembali pada Asian Games 2014, prestasi atlet Indonesia di Asian Games ditorehkan pada 10 cabang olahraga yakni atletik (lompat jauh 1 emas), bulu tangkis (2 emas, 1 perak, 1 perunggu), boling (2 perunggu), berkuda (1 perunggu), karate (1 perak), rowing (1 perunggu), sepak takraw (3 perunggu), soft tennis (1 perak, 1 perunggu), angkat besi (1 perak, 1 perunggu), wushu (1 emas, 1 perak, 1 perunggu). Prestasi atlet Indonesia di Asian Games paling banyak disumbangkan oleh cabang olahraga bulu tangkis dengan perolehan medali sebanyak 91 (26 emas, 25 perak, dan 40 perunggu).

40 Cabang Olahraga pada Asian Games 2018, Jakarta – Palembang

Jika pada Asian Games 2014 melombakan 36 cabang olahraga, 49 disiplin, dan 439 nomor pertandingan, ditahun 2018 mendatang Asian Games ke-18 yang akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus 2018 - 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang, akan digelar 40 cabang olahraga (cabor), 60 disiplin, dan 462 nomor pertandingan. Dari ke-40 cabor yang akan dimainkan pada Asian Games 2018, ada 5 cabor yang statusnya termasuk baru. Ke-5 cabor itu ialah bridge, jet ski, paragliding, rollersport (skateboarding dan rollerskate), dan sport climbing.

Sementara itu, untuk disiplin pertandingan atau perlombaan, ada 7 disiplin baru. Selain skateboarding dan rollerskate yang masuk ke dalam cabor rollersport, ada juga basket 3X3 yang masuk ke dalam cabor bola basket. Untuk cabor martial arts, 4 disiplin pertandingan baru akan masuk pada Asian Games 2018. Ke-4 disiplin pertandingan itu ialah kurash, jiu-jitsu, sambo, dan pencak silat.

Harapannya prestasi atlet Indonesia di Asian Games 2018 yang akan diadakan di Palembang dan Jakarta bisa menyumbangkan lebih banyak medali untuk kembali membanggakan tim Garuda di kancah Asia.





ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…