BERITA

Jakarta
06  • 12
2017

Penuh Decak Kagum, Seperti Ini Sejarah Asian Games Jakarta 1962


Asian Games selalu menyimpan beragam cerita menarik di setiap perhelatannya. Terutama sewaktu Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya pada tahun 1962. Di bawah kepemimpinan presiden Soekarno, salah satu pesta olahraga terbesar ini seolah merupakan angin segar bagi Indonesia yang kala itu belum dikenal dunia. Inilah kesempatan Indonesia untuk menunjukkan kebolehannya dari berbagai perspektif. Lalu, apa yang membuat sejarah Asian Games Jakarta 1962 tak terlupakan? Simak kisah selengkapnya di sini!

Asian Games Jakarta 1962, Asal Muasal Berdirinya Gelora Bung Karno

Sejarah Asian Games Jakarta 1962 selalu dikaitkan dengan berdirinya Gelora Bung Karno. Banyak orang menilai kalau tanpa adanya Asian Games saat itu, mungkin kita tak akan pernah bisa merasakan berbagai fasilitas olahraga di Senayan hingga sekarang.

Ya, berdirinya Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah mandat dari terpilihnya Indonesia dalam sidang Asian Games Federation (AGF) yang berlangsung di Tokyo pada tanggal 28 Mei 1958. Luasnya kawasan Gelora Bung Karno berdiri di bekas 4 kampung yaitu kampung Senayan, Petunduan, Kebun Kelapa dan Bendungan Hilir. Presiden Soekarno juga menyertakan pembangunan stasiun televisi yang kemudian dikenal sebagai Kantor Pusat Televisi Republik Indonesia, serta kawasan perkampungan internasional dengan ruang publik dan gedung pertemuan yang mampu menampung 3000 atlet dari berbagai delegasi.

Keterbatasan teknologi yang bersifat konstruktif dalam menunjang proyek sebesar Asian Games ketika itu, nyatanya sama sekali tidak menyurutkan langkah pesiden Soekarno. Hal ini terbukti dengan keberhasilannya membangun semua fasilitas tersebut dalam kurun waktu kurang dari 2,5 tahun!

Waktu yang cukup singkat ini menjadi torehan pertama sejarah Asian Games Jakarta 1962. Bahkan utusan Jepang dalam persiapan Asian Games 1962 turut berdecak kagum. “Ini bangsa yang hebat, bisa menyiapkan seluruh sarana dalam hitungan bulan, dengan membangun stadion raksasa sekaligus pemindahan penduduk tanpa ribut-ribut. Kepemimpinan presidennya luar biasa!”

 

Dari situlah kemudian Asian Games ke-4 ini dilangsungkan pada tanggal 24 Agustus 1962 sampai 4 September 1962 dengan jumlah atlet yang ikut serta sebanyak 1460 dari 17 negara di Asia.

 

“Hujan Medali”, Inilah Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games 1962

Sejarah Asian Games Jakarta 1962 ternyata tidak berhenti sampai di situ. Bukan hanya pengadaan sarana dan prasarananya saja yang menuai banyak pujian, prestasi yang diberikan atlet Indonesia pun begitu membanggakan.

Indonesia sendiri berhasil mengoleksi 21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu dengan total 77 medali. Bulu tangkis menjadi satu-satunya cabang olahraga yang menyumbangkan medali terbanyak. Tercatat pada saat itu, bulu tangkis menyumbangkan 5 medali, 2 perak, dan 2 perunggu.

Di arena balap sepeda, Hendrik Brocks berhasil meraih medali emas untuk nomor Individual Open Race sejauh sekitar 190 kilometer  dengan catatan waktu 5 jam 58 menit 57,3 detik.

 

Sejarah Indah yang Menularkan Semangat Asian Games 2018

Bangsa Indonesia tentu tak akan lupa dengan sejarah Asian Games Jakarta 1962 tersebut. Semangat ini sangat baik untuk ditularkan kepada Asian Games 2018 yang tinggal menghitung hari. Satu kutipan penyemangat dari presiden Soekarno yang masih sangat terngiang-ngiang hingga detik ini: “Berapapun biaya yang harus dikeluarkan, tidak menjadi masalah asalkan harga diri dan martabat Indonesia di mata dunia diakui.”

Semoga Asian Games 2018 mendatang bisa menorehkan sejarah baru yang tak kalah membanggakan!





ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

Penuh Decak Kagum, Seperti Ini Sejarah Asian Games Jakarta 1962


Jakarta
28  • 08  • 2018

Asian Games selalu menyimpan beragam cerita menarik di setiap perhelatannya. Terutama sewaktu Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya pada tahun 1962. Di bawah kepemimpinan presiden Soekarno, salah satu pesta olahraga terbesar ini seolah merupakan angin segar bagi Indonesia yang kala itu belum dikenal dunia. Inilah kesempatan Indonesia untuk menunjukkan kebolehannya dari berbagai perspektif. Lalu, apa yang membuat sejarah Asian Games Jakarta 1962 tak terlupakan? Simak kisah selengkapnya di sini!

Asian Games Jakarta 1962, Asal Muasal Berdirinya Gelora Bung Karno

Sejarah Asian Games Jakarta 1962 selalu dikaitkan dengan berdirinya Gelora Bung Karno. Banyak orang menilai kalau tanpa adanya Asian Games saat itu, mungkin kita tak akan pernah bisa merasakan berbagai fasilitas olahraga di Senayan hingga sekarang.

Ya, berdirinya Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah mandat dari terpilihnya Indonesia dalam sidang Asian Games Federation (AGF) yang berlangsung di Tokyo pada tanggal 28 Mei 1958. Luasnya kawasan Gelora Bung Karno berdiri di bekas 4 kampung yaitu kampung Senayan, Petunduan, Kebun Kelapa dan Bendungan Hilir. Presiden Soekarno juga menyertakan pembangunan stasiun televisi yang kemudian dikenal sebagai Kantor Pusat Televisi Republik Indonesia, serta kawasan perkampungan internasional dengan ruang publik dan gedung pertemuan yang mampu menampung 3000 atlet dari berbagai delegasi.

Keterbatasan teknologi yang bersifat konstruktif dalam menunjang proyek sebesar Asian Games ketika itu, nyatanya sama sekali tidak menyurutkan langkah pesiden Soekarno. Hal ini terbukti dengan keberhasilannya membangun semua fasilitas tersebut dalam kurun waktu kurang dari 2,5 tahun!

Waktu yang cukup singkat ini menjadi torehan pertama sejarah Asian Games Jakarta 1962. Bahkan utusan Jepang dalam persiapan Asian Games 1962 turut berdecak kagum. “Ini bangsa yang hebat, bisa menyiapkan seluruh sarana dalam hitungan bulan, dengan membangun stadion raksasa sekaligus pemindahan penduduk tanpa ribut-ribut. Kepemimpinan presidennya luar biasa!”

 

Dari situlah kemudian Asian Games ke-4 ini dilangsungkan pada tanggal 24 Agustus 1962 sampai 4 September 1962 dengan jumlah atlet yang ikut serta sebanyak 1460 dari 17 negara di Asia.

 

“Hujan Medali”, Inilah Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games 1962

Sejarah Asian Games Jakarta 1962 ternyata tidak berhenti sampai di situ. Bukan hanya pengadaan sarana dan prasarananya saja yang menuai banyak pujian, prestasi yang diberikan atlet Indonesia pun begitu membanggakan.

Indonesia sendiri berhasil mengoleksi 21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu dengan total 77 medali. Bulu tangkis menjadi satu-satunya cabang olahraga yang menyumbangkan medali terbanyak. Tercatat pada saat itu, bulu tangkis menyumbangkan 5 medali, 2 perak, dan 2 perunggu.

Di arena balap sepeda, Hendrik Brocks berhasil meraih medali emas untuk nomor Individual Open Race sejauh sekitar 190 kilometer  dengan catatan waktu 5 jam 58 menit 57,3 detik.

 

Sejarah Indah yang Menularkan Semangat Asian Games 2018

Bangsa Indonesia tentu tak akan lupa dengan sejarah Asian Games Jakarta 1962 tersebut. Semangat ini sangat baik untuk ditularkan kepada Asian Games 2018 yang tinggal menghitung hari. Satu kutipan penyemangat dari presiden Soekarno yang masih sangat terngiang-ngiang hingga detik ini: “Berapapun biaya yang harus dikeluarkan, tidak menjadi masalah asalkan harga diri dan martabat Indonesia di mata dunia diakui.”

Semoga Asian Games 2018 mendatang bisa menorehkan sejarah baru yang tak kalah membanggakan!





ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…