BERITA

Lapangan Tembak, Senayan
11  • 12
2017

Tag : Media & PR , Sports

Atlet dan Ofisial Cabang Menembak Adaptasi Aturan Baru di Tes Event Road to Asian Games 2018


Perhelatan test event cabang menembak "Road to Asian Games 2018" yang dihadiri technical delegate dari ISSF (International Shooting Sport Federation) benar-benar dimanfaatkan oleh atlet dan ofisial Indonesia untuk mengadaptasi aturan-aturan baru ISSF yang akan diterapkan di Asian Games 2018.

Dalam test event bertajuk "Indonesia Shooting Competition 2017" yang berlangsung di dua lokasi, Lapangan Tembak Senayan dan Lapangan Divisi Infranteri I AD, Cilodong, Depok, Jabar, 5-11 November, para atlet dan ofisial berusaha menjalankan beberapa aturan baru dibawah pengawasan Tan Hock Huat, juri ISSF asal Malaysia yang menjadi technical delegate.

"Sejauh ini para juri bisa menjalankan aturan yang baru kami sosialisasikan. Kami punya buku panduan untuk itu. Bahkan, di test event ini, kami bisa langsung berdiskusi jika ada kasus terkait aturan-aturan baru yang belum dipahami," ujar Tan Hock Huat, Rabu (8/11/2017).

Beberapa aturan yang kerap jadi bahan diskusi selama test event, yakni mengenai cek senapan atau pistol yang harus diulang, sejak mulai register di awal hingga sebelum dipakai oleh petembak. Selain itu, pemeriksaan asesoris yang menempel di tubuh atlet, baik berupa perhiasan, jam tangan, gelang, hingga kinesio tape (plester terapeutik untuk mengurangi ketegangan otot) juga dilarang.

"Oleh karena itu, diperlukan kejelian dan pengetahuan ofisial, serta juga atlet Indonesia agar saat bertanding nanti di Asian Games, semua sudah lebih siap," tambah Silviana Husein, mantan petembak nasional yang menjadi pelatih.

Terkait penerapan aturan baru ISSF, para atlet juga berusaha untuk menjalankan. Seperti yang diakui, Vidya Rafika, petembak yang membela Kalimantan Timur yang menjuarai nomor 50 m rifle 3 positions putri. Pelajar SMA Plus Depok itu menyatakan dirinya dituntut untuk memahami segala aturan baru yang bakal diterapkan di Asian Games mendatang.

"Awalnya memang kikuk, namun harus terbiasa. Beberapa aturan baru ISSF memang lebih detil, tak hanya di peralatan, seperti penutup mata, model sepatu, dan baju petembak, untuk senapan juga harus berulang kali dicek dan tidak boleh ada perubahan ukuran, meskipun hanya sedikit," jelas Vidya.

Di kejuaraan yang memasuki hari ke-5, Rabu (8/11) telah diselesaikan pertandingan di nomor 50 m rifle 3 positions putri, 10 m air pistol mixed teams, dan trap mixed teams. Selain Vidya yang mencetak skor 442, peringkat tiga besar di 50 m rifle 3 positions putri diikuti Ardy Maharani (Sumsel/skor 420,7) dan Dinnie Ary Wiharsanti (Jateng/skor 402,1).

Sedangkan di nomor 10 m air pistol mixed teams yang merupakan salah satu nomor baru yang akan dipertandingkan di Asian Games, petembak Jawa Barat A (Anang Yulianto/Oktavin Rarun) meraih medali emas dengan skor, 466,7. Duet dari Bali (I Kadek Rico Vergian Dinatha/Lily Sulistya Dewi Tirhajaya) menempati posisi kedua dengan total skor, 455,1, sedangkan medali perunggu diraih tim asal Sumsel (Talitha Judith Almira/Dwi Wahyono Budianto) dengan skor, 400,2.

Di nomor terakhir yang digelar di Cilodong, yakni trap mixed team dimenangkan, tim DKI Jakarta (Anas Muhsinun/Sylvia Samuang) dengan skor, 106, disusul tim Jawa Timur (Sarmunah/Slamet Riyadi, skor 105), dan tim NTB (Bagus/Supadmi, skor 85).

Media and Public Relations

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

Atlet dan Ofisial Cabang Menembak Adaptasi Aturan Baru di Tes Event Road to Asian Games 2018


Lapangan Tembak, Senayan
28  • 08  • 2018

Perhelatan test event cabang menembak "Road to Asian Games 2018" yang dihadiri technical delegate dari ISSF (International Shooting Sport Federation) benar-benar dimanfaatkan oleh atlet dan ofisial Indonesia untuk mengadaptasi aturan-aturan baru ISSF yang akan diterapkan di Asian Games 2018.

Dalam test event bertajuk "Indonesia Shooting Competition 2017" yang berlangsung di dua lokasi, Lapangan Tembak Senayan dan Lapangan Divisi Infranteri I AD, Cilodong, Depok, Jabar, 5-11 November, para atlet dan ofisial berusaha menjalankan beberapa aturan baru dibawah pengawasan Tan Hock Huat, juri ISSF asal Malaysia yang menjadi technical delegate.

"Sejauh ini para juri bisa menjalankan aturan yang baru kami sosialisasikan. Kami punya buku panduan untuk itu. Bahkan, di test event ini, kami bisa langsung berdiskusi jika ada kasus terkait aturan-aturan baru yang belum dipahami," ujar Tan Hock Huat, Rabu (8/11/2017).

Beberapa aturan yang kerap jadi bahan diskusi selama test event, yakni mengenai cek senapan atau pistol yang harus diulang, sejak mulai register di awal hingga sebelum dipakai oleh petembak. Selain itu, pemeriksaan asesoris yang menempel di tubuh atlet, baik berupa perhiasan, jam tangan, gelang, hingga kinesio tape (plester terapeutik untuk mengurangi ketegangan otot) juga dilarang.

"Oleh karena itu, diperlukan kejelian dan pengetahuan ofisial, serta juga atlet Indonesia agar saat bertanding nanti di Asian Games, semua sudah lebih siap," tambah Silviana Husein, mantan petembak nasional yang menjadi pelatih.

Terkait penerapan aturan baru ISSF, para atlet juga berusaha untuk menjalankan. Seperti yang diakui, Vidya Rafika, petembak yang membela Kalimantan Timur yang menjuarai nomor 50 m rifle 3 positions putri. Pelajar SMA Plus Depok itu menyatakan dirinya dituntut untuk memahami segala aturan baru yang bakal diterapkan di Asian Games mendatang.

"Awalnya memang kikuk, namun harus terbiasa. Beberapa aturan baru ISSF memang lebih detil, tak hanya di peralatan, seperti penutup mata, model sepatu, dan baju petembak, untuk senapan juga harus berulang kali dicek dan tidak boleh ada perubahan ukuran, meskipun hanya sedikit," jelas Vidya.

Di kejuaraan yang memasuki hari ke-5, Rabu (8/11) telah diselesaikan pertandingan di nomor 50 m rifle 3 positions putri, 10 m air pistol mixed teams, dan trap mixed teams. Selain Vidya yang mencetak skor 442, peringkat tiga besar di 50 m rifle 3 positions putri diikuti Ardy Maharani (Sumsel/skor 420,7) dan Dinnie Ary Wiharsanti (Jateng/skor 402,1).

Sedangkan di nomor 10 m air pistol mixed teams yang merupakan salah satu nomor baru yang akan dipertandingkan di Asian Games, petembak Jawa Barat A (Anang Yulianto/Oktavin Rarun) meraih medali emas dengan skor, 466,7. Duet dari Bali (I Kadek Rico Vergian Dinatha/Lily Sulistya Dewi Tirhajaya) menempati posisi kedua dengan total skor, 455,1, sedangkan medali perunggu diraih tim asal Sumsel (Talitha Judith Almira/Dwi Wahyono Budianto) dengan skor, 400,2.

Di nomor terakhir yang digelar di Cilodong, yakni trap mixed team dimenangkan, tim DKI Jakarta (Anas Muhsinun/Sylvia Samuang) dengan skor, 106, disusul tim Jawa Timur (Sarmunah/Slamet Riyadi, skor 105), dan tim NTB (Bagus/Supadmi, skor 85).

Media and Public Relations

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…