BERITA

Palembang
11  • 12
2017

Tag : Media & PR , Sports

INASGOC dan PB Pelti Ingin Gelar Banyak Pertandingan di Stadion Tenis Bukit Asam JSC


Lapangan di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan yang digunakan untuk test event tenis "Road to Asian Games 2018" memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta.
Meski lapangan tersebut berstatus hard court, namun laju bola tidak sederas dan sekencang biasanya. Hal itu disebabkan permukaan lapangan yang masih kasar sehingga perlu digelar pertandingan tenis yang lebih rutin. Apalagi kompleks tenis tersebut tengah menyelesaikan delapan lapangan baru yang akan siap sebelum akhir tahun.

Competition manager tenis Asian Games 2018, Susan Soebakti, berharap dapat menggunakan kembali stadion tenis itu sebagai uji coba lanjutan menjelang perhelatan pesta olahraga antar bangsa di Asia itu.

“Awal Februari 2018, Indonesia akan menjamu Filipina dalam laga babak pertama Piala Davis Grup II zona Asia Oseania. Kami berharap bisa menggelar partai itu di Palembang,” ucap Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti ini.

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) juga mendukung agar competition venue Asian Games 2018 sering digunakan untuk menggelar banyak pertandingan. "Tak hanya demi alasan teknis semata, seperti kesiapan venue dan sarana pendukungnya, tapi juga memberikan kenyamanan dan membuat atlet kita akan terbiasa karena selalu berlatih di competition venue. Bahkan untuk beberapa cabang, harus menjalankan pelatnas di arena pertandingan karena itulah keuntungan tuan rumah," ujar Djoko Pramono, wakil deputi I INASGOC, Games Operation.

Sementara itu di pertandingan test event tenis yang memasuki babak perempat final, Jumat (10/11/2017), terjadi beberapa kejutan. Sejumlah petenis yang menempati posisi unggulan bertumbangan, gagal melaju ke semi final ajang Kejuaraan Nasional Tenis 2017 ini.

Wakil Jawa Timur, Ari Fahresi (15 tahun) berhasil menjungkalkan unggulan teratas, Arief Rahman dari Kalimantan Timur. Petenis yang masuk babak utama dengan fasilitas wild card itu mengandaskan peraih medali perak tunggal putra PON 2016 itu dengan rubber set, 4-6 7-5 3-0 ret.

“Saya tak pernah menyangka bisa melaju hingga semi final, apalagi di set kedua sudah tertinggal 2-5 setelah kalah pada set pertama. Beruntung lawan mengalami cedera hingga tak bisa meneruskan pertandingan,” tutur Ari, belia kelahiran Sampang (Pulau Madura), 2 Agustus 2002. Di semi final, Sabtu (11/11), siswa kelas X SMA Khusus Atlet Ragunan Jakarta itu akan menjajal ketangguhan unggulan ketiga, Iqbal Bilal Saputra (Kaltim).

Unggulan kedua tunggal putri, Fitriani ‘Ani’ Sabatini (16) pun gagal melaju ke babak empat besar. Ani harus mengakui ketangguhan seniornya, Deria Nur Haliza (20) di perempat final. Deria memenangi duel sesama wakil DKI Jakarta itu melalui laga straight set 6-3 6-2 dan akan meladeni unggulan ketujuh asal Bali, Putu Armini di semi final.

“Saya optimistis bisa menjuarai turnamen ini, namun harus terus beradaptasi dengan lapangan tenis di Jakabaring. Permukaannya agak kasar hingga laju bola menjadi lebih lambat,” tutur Deria yang meraih medali perunggu ganda campuran Asian Indoor and Martial Art Games 2017 di Ashgabat, Turkmenistan ini.

Nasib berbeda dialami kembaran Ani, Fitriana ‘Ana’ Sabrina. Seeded teratas tunggal putri itu tampil perkasa, memupus perlawanan wakil Jawa Barat, Novela Rezha 6-1 6-2. Di semi final, Ana bakal terlibat bentrok sesama petenis asal ibu kota negara, Oxi Gravitasi Putri yang menang susah payah atas Nadya Aulia (Jabar) 6-7(4) 6-4 6-3.

Namun duet Ana-Ani pun terjungkal di nomor ganda putri. Pasangan unggulan pertama itu gagal melangkah ke final setelah menyerah dari ganda gado-gado, Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan)/Putri Sanjungan Insani (Kalimantan Utara) 6-4 3-6 [10-12].

Di laga pamungkas, Sabtu (11/11), Fadona dan Putri menantang seeded kedua dari Jawa Barat, Novela Rezha/Shevita Aulana yang unggul mudah atas duet belia, Felicia Halim/Happiness Beauty Heart (DKI) 6-1 6-1.

Hasil Jumat (10/11)
Babak Perempat Final


Tunggal Putra
- Ari Fahresi (Jatim) v 1-Arief Rahman (Kaltim) 4-6 7-5 3-0 ret
- Iqbal Bilal Saputra (Kaltim) v 5-Iswandaru Kusumo Putro (Jateng) 6-3 2-6 6-4
- M. Rifqy Fitriadi (Jatim) v 8-Hendrawan Susanto (DKI) 6-1 6-2
- Panji Untung Setiawan (NTB) v M. Rezky Nugraha (Babel) 6-7(4) 7-6(4) 6-2

Tunggal Putri
- Fitriana Sabrina (DKI) v 5-Novela Rheza (Jabar) 6-1 6-2
- Oxi Gravitasi Putri (DKI) v 8-Nadya Aulia (Jabar) 6-7(4) 6-4 6-3
- Ni Putu Armini (Bali) v 3-Shevita Aulana (Jabar) 6-3 5-7 6-4
- Deria Nur Haliza (DKI) v 2-Fitriani Sabatini (DKI) 6-3 6-2

Media & Public Relations INASGOC

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…

BERITA

INASGOC dan PB Pelti Ingin Gelar Banyak Pertandingan di Stadion Tenis Bukit Asam JSC


Palembang
28  • 08  • 2018

Lapangan di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan yang digunakan untuk test event tenis "Road to Asian Games 2018" memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta.
Meski lapangan tersebut berstatus hard court, namun laju bola tidak sederas dan sekencang biasanya. Hal itu disebabkan permukaan lapangan yang masih kasar sehingga perlu digelar pertandingan tenis yang lebih rutin. Apalagi kompleks tenis tersebut tengah menyelesaikan delapan lapangan baru yang akan siap sebelum akhir tahun.

Competition manager tenis Asian Games 2018, Susan Soebakti, berharap dapat menggunakan kembali stadion tenis itu sebagai uji coba lanjutan menjelang perhelatan pesta olahraga antar bangsa di Asia itu.

“Awal Februari 2018, Indonesia akan menjamu Filipina dalam laga babak pertama Piala Davis Grup II zona Asia Oseania. Kami berharap bisa menggelar partai itu di Palembang,” ucap Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti ini.

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) juga mendukung agar competition venue Asian Games 2018 sering digunakan untuk menggelar banyak pertandingan. "Tak hanya demi alasan teknis semata, seperti kesiapan venue dan sarana pendukungnya, tapi juga memberikan kenyamanan dan membuat atlet kita akan terbiasa karena selalu berlatih di competition venue. Bahkan untuk beberapa cabang, harus menjalankan pelatnas di arena pertandingan karena itulah keuntungan tuan rumah," ujar Djoko Pramono, wakil deputi I INASGOC, Games Operation.

Sementara itu di pertandingan test event tenis yang memasuki babak perempat final, Jumat (10/11/2017), terjadi beberapa kejutan. Sejumlah petenis yang menempati posisi unggulan bertumbangan, gagal melaju ke semi final ajang Kejuaraan Nasional Tenis 2017 ini.

Wakil Jawa Timur, Ari Fahresi (15 tahun) berhasil menjungkalkan unggulan teratas, Arief Rahman dari Kalimantan Timur. Petenis yang masuk babak utama dengan fasilitas wild card itu mengandaskan peraih medali perak tunggal putra PON 2016 itu dengan rubber set, 4-6 7-5 3-0 ret.

“Saya tak pernah menyangka bisa melaju hingga semi final, apalagi di set kedua sudah tertinggal 2-5 setelah kalah pada set pertama. Beruntung lawan mengalami cedera hingga tak bisa meneruskan pertandingan,” tutur Ari, belia kelahiran Sampang (Pulau Madura), 2 Agustus 2002. Di semi final, Sabtu (11/11), siswa kelas X SMA Khusus Atlet Ragunan Jakarta itu akan menjajal ketangguhan unggulan ketiga, Iqbal Bilal Saputra (Kaltim).

Unggulan kedua tunggal putri, Fitriani ‘Ani’ Sabatini (16) pun gagal melaju ke babak empat besar. Ani harus mengakui ketangguhan seniornya, Deria Nur Haliza (20) di perempat final. Deria memenangi duel sesama wakil DKI Jakarta itu melalui laga straight set 6-3 6-2 dan akan meladeni unggulan ketujuh asal Bali, Putu Armini di semi final.

“Saya optimistis bisa menjuarai turnamen ini, namun harus terus beradaptasi dengan lapangan tenis di Jakabaring. Permukaannya agak kasar hingga laju bola menjadi lebih lambat,” tutur Deria yang meraih medali perunggu ganda campuran Asian Indoor and Martial Art Games 2017 di Ashgabat, Turkmenistan ini.

Nasib berbeda dialami kembaran Ani, Fitriana ‘Ana’ Sabrina. Seeded teratas tunggal putri itu tampil perkasa, memupus perlawanan wakil Jawa Barat, Novela Rezha 6-1 6-2. Di semi final, Ana bakal terlibat bentrok sesama petenis asal ibu kota negara, Oxi Gravitasi Putri yang menang susah payah atas Nadya Aulia (Jabar) 6-7(4) 6-4 6-3.

Namun duet Ana-Ani pun terjungkal di nomor ganda putri. Pasangan unggulan pertama itu gagal melangkah ke final setelah menyerah dari ganda gado-gado, Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan)/Putri Sanjungan Insani (Kalimantan Utara) 6-4 3-6 [10-12].

Di laga pamungkas, Sabtu (11/11), Fadona dan Putri menantang seeded kedua dari Jawa Barat, Novela Rezha/Shevita Aulana yang unggul mudah atas duet belia, Felicia Halim/Happiness Beauty Heart (DKI) 6-1 6-1.

Hasil Jumat (10/11)
Babak Perempat Final


Tunggal Putra
- Ari Fahresi (Jatim) v 1-Arief Rahman (Kaltim) 4-6 7-5 3-0 ret
- Iqbal Bilal Saputra (Kaltim) v 5-Iswandaru Kusumo Putro (Jateng) 6-3 2-6 6-4
- M. Rifqy Fitriadi (Jatim) v 8-Hendrawan Susanto (DKI) 6-1 6-2
- Panji Untung Setiawan (NTB) v M. Rezky Nugraha (Babel) 6-7(4) 7-6(4) 6-2

Tunggal Putri
- Fitriana Sabrina (DKI) v 5-Novela Rheza (Jabar) 6-1 6-2
- Oxi Gravitasi Putri (DKI) v 8-Nadya Aulia (Jabar) 6-7(4) 6-4 6-3
- Ni Putu Armini (Bali) v 3-Shevita Aulana (Jabar) 6-3 5-7 6-4
- Deria Nur Haliza (DKI) v 2-Fitriani Sabatini (DKI) 6-3 6-2

Media & Public Relations INASGOC

ARTIKEL LAINNYA

Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962

Jauh sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ternyata Indonesia juga pernah ‘mencuri’ perhatian dunia melalui perhelatan Asian Games di tahun 1962. Kesuksesan Presiden Soekarno dalam mewujudkan ambisinya untuk…

Hal-hal yang Dipersiapkan Indonesia Dalam Menyambut Asian Games 2018

Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini? Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan.  Progres renovasi Stadion…

Begini Cerita Sepak Bola Indonesia di Asian Games

Asian Games selalu lekat dengan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali ini merupakan turnamen besar pertama yang pernah Tim Nasional (Timnas) kita ikuti…

Seperti Apa Prestasi Indonesia di Asian Games?

Bila membicarakan tentang Asian Games, menarik untuk mengulas keikutsertaan Indonesia dalam ajang empat tahunan ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951, Indonesia telah mengikutinya dan membawa 5 medali yang…