BERITA

14  • 02
2018

Tag :

Atletik Indonesia Pastikan Medali Emas dari Lompat Galah


Jakarta (13/2/2108)

Tim Indonesia memastikan satu medali emas dari lintasan atletik pada hari ketiga Invitation Tournament yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Medali emas diperebutkan tiga atlet lompat galah yang berlaga di final, Selasa (13/2/2018).

Tiga atlet lompat galah yang berlaga di final adalah Idan Fauzan Richsan, Dedi Irawan, dan Teuku Tegar Abadi. Siapa pun di antara mereka yang menjadi nomor satu, medali emas sudah pasti milik Indonesia. 

Pada hari ketiga lomba di cabang atletik, dari delapan nomor final Indonesia hanya turun di tiga nomor saja. Selain lompat galah, Wahyudi Putra yang turun di nomor 5.000 meter putra bersaing dengan pelari Jepang, India, dan Sri Lanka.  

Di nomor ini, Jepang menurunkan Takanori Ichikawa, sementara India turun atas nama Lakshmanan Govindan, sedangkan Sri Lanka menurunkan atlet Pushpalrumara RMS. Di antara para pesaingnya, Wahyudi tergolong paling muda dengan usia 20 tahun. Dua pesaingnya dari Jepang dan India sama-sama berusia 28 tahun. 

Satu nomor lagi yang melibatkan atlet tuan rumah adalah di nomor lari 200 meter putri. Ulfa Silpiana dari Indonesia bersaing dengan pelari Malaysia Zaidatul Husniah Zulkifli dan pelari India Hima Das. Ulfa akhirnya bisa maju ke final dan meraih perak setelah kalah dari Hima Das dari India.

Ironisnya, nomor lontar martil putra dan lari 5.000 meter putri hanya diikuti satu atlet saja dan otomatis meraih medali emas. Di nomor lontar martil putra misalnya, atlet Malaysia Siew Cheer Jackie Wong bermain sendirian layaknya sedang latihan.

Begitu juga di nomor lari 5.000 meter putri. Pelari India Suriya Loganathan memastikan diri meraih medali emas karena tampil sendirian. 

Nomor-nomor final lain yang tidak melibatkan atlet Indonesia adalah lompat jangkit, lempar lembing putri yang diikuti dua atlet, yakni Sri Lanka dan Taiwan, dan nomor lari 200 meter putra.

ARTIKEL LAINNYA

Tim Voli Putra Panggil 20 Pemain

Timnas bola voli putra terus mempersiapkan diri menghadapi Invitation Tournament yang akan digelar pada 8-15 Februari di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Persiapan dilakukan di Padepokan Bola Voli Sentul, Bogor,…

Sejarah Skateboarding, Olahraga Yang Jadi Bagian Dari Asian Games 2018

Kamu pasti memperhatikan akhir-akhir ini olahraga skateboarding kembali jadi tren di Indonesia. Di sudut jalanan kamu bisa berjumpa banyak penggelut olahraga ini bermain, dan maraknya terbentuk skatepark di Indonesia juga…

Renovasi Arena Asian Games 2018 Di GBK Diharapkan Selesai Akhir Tahun Ini

Jelang pertandingan Asian Games ke-18 di Indonesia, pemerintah Indonesia sedang membenahi berbagai arena olahraga, salah satunya adalah Komplek Olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Renovasi arena Asian Games 2018…

Mengintip Target Indonesia di Asian Games 2018

Kurang dari setahun Indonesia akan menyambut ajang bergengsi Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018.  Indonesia juga sudah mengadakan…

BERITA

Atletik Indonesia Pastikan Medali Emas dari Lompat Galah


28  • 08  • 2018
Tag :

Jakarta (13/2/2108)

Tim Indonesia memastikan satu medali emas dari lintasan atletik pada hari ketiga Invitation Tournament yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Medali emas diperebutkan tiga atlet lompat galah yang berlaga di final, Selasa (13/2/2018).

Tiga atlet lompat galah yang berlaga di final adalah Idan Fauzan Richsan, Dedi Irawan, dan Teuku Tegar Abadi. Siapa pun di antara mereka yang menjadi nomor satu, medali emas sudah pasti milik Indonesia. 

Pada hari ketiga lomba di cabang atletik, dari delapan nomor final Indonesia hanya turun di tiga nomor saja. Selain lompat galah, Wahyudi Putra yang turun di nomor 5.000 meter putra bersaing dengan pelari Jepang, India, dan Sri Lanka.  

Di nomor ini, Jepang menurunkan Takanori Ichikawa, sementara India turun atas nama Lakshmanan Govindan, sedangkan Sri Lanka menurunkan atlet Pushpalrumara RMS. Di antara para pesaingnya, Wahyudi tergolong paling muda dengan usia 20 tahun. Dua pesaingnya dari Jepang dan India sama-sama berusia 28 tahun. 

Satu nomor lagi yang melibatkan atlet tuan rumah adalah di nomor lari 200 meter putri. Ulfa Silpiana dari Indonesia bersaing dengan pelari Malaysia Zaidatul Husniah Zulkifli dan pelari India Hima Das. Ulfa akhirnya bisa maju ke final dan meraih perak setelah kalah dari Hima Das dari India.

Ironisnya, nomor lontar martil putra dan lari 5.000 meter putri hanya diikuti satu atlet saja dan otomatis meraih medali emas. Di nomor lontar martil putra misalnya, atlet Malaysia Siew Cheer Jackie Wong bermain sendirian layaknya sedang latihan.

Begitu juga di nomor lari 5.000 meter putri. Pelari India Suriya Loganathan memastikan diri meraih medali emas karena tampil sendirian. 

Nomor-nomor final lain yang tidak melibatkan atlet Indonesia adalah lompat jangkit, lempar lembing putri yang diikuti dua atlet, yakni Sri Lanka dan Taiwan, dan nomor lari 200 meter putra.

ARTIKEL LAINNYA

Tim Voli Putra Panggil 20 Pemain

Timnas bola voli putra terus mempersiapkan diri menghadapi Invitation Tournament yang akan digelar pada 8-15 Februari di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Persiapan dilakukan di Padepokan Bola Voli Sentul, Bogor,…

Sejarah Skateboarding, Olahraga Yang Jadi Bagian Dari Asian Games 2018

Kamu pasti memperhatikan akhir-akhir ini olahraga skateboarding kembali jadi tren di Indonesia. Di sudut jalanan kamu bisa berjumpa banyak penggelut olahraga ini bermain, dan maraknya terbentuk skatepark di Indonesia juga…

Renovasi Arena Asian Games 2018 Di GBK Diharapkan Selesai Akhir Tahun Ini

Jelang pertandingan Asian Games ke-18 di Indonesia, pemerintah Indonesia sedang membenahi berbagai arena olahraga, salah satunya adalah Komplek Olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Renovasi arena Asian Games 2018…

Mengintip Target Indonesia di Asian Games 2018

Kurang dari setahun Indonesia akan menyambut ajang bergengsi Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018.  Indonesia juga sudah mengadakan…